Selamat Tinggal Legok

Jalanan Legok yang dikiri dan kanan-nya banyak berhamparan sawah.

Sudah seminggu ini saya tidak lagi menempuh jalur Kebayoran Lama – Legok. Karena saya kini sudah pindah ke Pamulang, sekaligus mempersiapkan kelahiran putri pertama saya. Saya senang karena saat ini waktu tempuh saya untuk bekerja sudah terpangkas sekitar 45 menit – 1 jam. Saya hanya membutuhkan waktu 35 – 45 menit untuk sampai dikantor.

Namun ada beberapa hal yang membuat saya sedikit sedih meninggalkan Legok. Pertama karena Legok adalah sebuah tempat terpencil yang membuat saya belajar tentang rasa bersyukur. Ya, bersyukur dengan kehidupan saya ketimbang banyaknya masyarakat disana yang hidup tidak layak. Ya, walaupun banyak juga orang kaya baru yang sibuk me-lap mobil atau motor baru-nya tiap pagi.

Ketika masih mengontrak di Legok, saya memiliki banyak tetangga disana. Mulai dari karyawan sebuah perusahaan penerbangan yang masih bujang, namun harus membiayai adik-adiknya sekolah sampai dia harus mencari penghasilan ekstra dari berjualan sepatu bikers, sampai Bang Rozak supir truk yang sudah memiliki 2 anak. Dari kedua orang inilah saya semakin memahami rasa bersyukur.

Bagi sebagian orang, mungkin pekerjaan Bang Rozak adalah pekerjaan yang hina, tapi tidak bagi saya. Dari pekerjaan inilah dia menghidupi istri dan 2 anaknya. Dari pekerjaan inilah dia membeli tanah dan menabung untuk membangun rumah sendiri.

Ditemani kopi dan rokok, Bang Rozak sering bercerita tentang suka dan dukanya berkeliling Pulau Jawa untuk mencari nafkah dengan menyetir sebuah truk gandeng. Mulai dari rasa lelah yang terkadang harus dilawan, sampai kadang Ia harus membayar pungli dari oknum keparat aparat lalu lintas. Namun Ia tetap bersabar dan menjalaninya dengan senyum. Karena Ia tahu, keluarganya menggantungkan hidup kepadanya. Inilah yang saya pelajari dari perjuangan seorang ayah dan suami. Ayah yang mencintai anaknya dan suami yang mencintai istrinya.

Hal lain yang membuat saya sedikit bersedih adalah petualangan yang kini tidak saya temui di Pamulang. Petualangan tersebut menjadi hiburan singkat saya setiap hari untuk berkendara ala Long Way Down. Menempuh jalanan berlumpur, jalanan berbatu sampai jalanan rusak parah. Petualangan ini melatih saya untuk riding dengan teknik yang baik dan aman. Saya menikmati petualangan ini setiap harinya. (*Baca : Berpetualang Setiap Hari, Part 1 dan Part 2)

Namun sudahlah, kemarin adalah masa lalu, besok adalah misteri, dan hari ini adalah anugrah. Saya bersyukur memiliki tempat tinggal yang lebih layak saat ini. Walaupun masih rumah dalam status mengontrak, namun saya tetap beryukur karena masih banyak diluar sana orang yang tidak seberuntung saya. Saya juga bersyukur mendapat pelajaran berharga dari Legok. Tempat yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Tempat yang kampung banget menurut orang-orang. Tapi kampung itu adalah sebuah ‘sekolah’ bagi saya. Terimakasih Bang Rozak, terimakasih Legok. (*)

Iklan

10 thoughts on “Selamat Tinggal Legok

  1. Hehehe, congrats bro, as a soon to be a father of the upcoming daughter, we share the same experience right now.

  2. Salam..
    Pertama baca kurang lebih 2 yh lalu. Cerita mengenai legok. Dan sekarang udah
    pindah rumah ya…(Selamat ya Bro).
    Kenapa saya tertarik baca? Coz dulu pernah ngalamin tinggal di seputaran Legok juga. Nggak kebayang waktu itu apalagi klo hujan. Uich mantab…. Motor berubah
    warna kayak Es Magnum…
    Sukses ya Bro… (HTML-2296 BEKASI)

  3. Ceritanya humanis …. banyak kejadian ato orang2 seperti itu di sekeliling kita… tapi yah… mungkin karna kesibukan di ibukota & sekitarnya, banyak diantara kita termasuk saya kurang memperhatikannya… salam kenal… yudhi

  4. wah..sy bersyukur tinggal ditengah2 kota Jkt. tp malah pengen punya rumah sndri dipinggiran. secara rumah yg sy tempati skrg ini masih punya ortu. sambil nabung buat beli rumah dipinggiran.

  5. salam bang igfar, saya asli orang legok, saya juga punya thunder, dan warnanya juga biru haha.
    saya suka baca tulisan2nya, ceritanya sebenarnya sangat sederhana, tapi disampaikan dg menarik, hebat bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s