Berpetualang Setiap Hari (Bagian 2)

Pemandangan Legok

Jika dulu saya sudah pernah memposting rute perjalanan saya dar Legok ke Kantor melalui jalur yang maha jauh, yaitu jalur Alam Sutra – Bintaro, sekarang saya sudah lebih sering melewati jalur pintas yang bisa memangkas waktu perjalanan sekitar 30 menit lebih cepat.

Pada awalnya saya tetap melintasi jalur yang dikelilingi sawah dan kerbau. Hahaha.. Iya kerbau.. DI daerah ini masih banyak orang yang memelihara kerbau. Selain itu, jangan heran, kalau dijalan raya biasa kita sering melihat tikus atau kodok yang tewas mengenaskan karena dilindas mobil, disini kita akan biasa menemukan ular yang tewas secara mengenaskan.

Rute awal jalur pintas ini, kita akan menemukan jalan yang berantakan. Aspal disini sudah tidak terlihat lagi wujud aslinya. Dan ketika hujan, atau setelahnya, bukan air yang menggenang disini, melainkan lumpur tanah merah. Maka dari itu, saya perlu ekstra berhati-hati ketika melintasi jalur ini ketika hujan atau setelahnya.

Saat ini BSD City baru saja memperbesar lagi wilayahnya. Mereka juga baru saja membuka jalur untuk akses perumahan yang segera dibangun oleh mereka. Diujung jalur off road diatas, saya dihadapkan pada dua pilihan jalur. Dua-duanya cukup menantang dan menyenangkan untuk dilintasi. Hahaha.

Jalur pertama adalah jalur tanah yang jelas tak akan bisa dilewati ketika hujan. Karena, saya pernah mencoba, dan akhirnya jatuh tergelincir. Kalaupun tidak, saya terjebak di lumpur. Tetapi jika kering, saya cukup senang melintasi jalur ini, karena saya terisinspirasi oleh  Long Way Down dan bisa berlatih riding seperti mereka atau rider motor-motor Dual-Purpose lainnya. Walau saya tahu, Biru bukan lah motor Dual-Purpose yang dibuat untuk jalanan rusak, namun menyenangkan juga sekali kali melintasi jalur ini bersamanya.

Alternatif jalur kedua adalah jalanan berbatu. Ini adalah akses yang segera di buka oleh pihak BSD. Di jalur ini saya juga harus ekstra berhati hati. Karena selama belum di aspal, banyak batu batu besar dan tajam yang bisa mencelakakan saya.

 

Tembusan dari kedua jalur ini adalah jalan utama BSD City yang saat ini sedang membangun perumahan-perumahan mewah lainnya. Jalan lurus, sepi nan panjang ini sering dipakai untuk kebut-kebutan dan pacaran oleh bocah kampung sekitar. Namun, karena seringnya Polisi melakukan patroli di daerah ini, kebut-kebutan tak lama bertahan.

Dan akhirnya.. ujung dari petualang kecil di jalur ini adalah perempatan BSD/Eka Hospital. Saya langsung mengarah ke Ciputat dan langsung menuju arteri Pondok Indah. Ada yang mau mampir ke rumah saya? (*)

Iklan

3 thoughts on “Berpetualang Setiap Hari (Bagian 2)

  1. Ping balik: Dosaku Pada Si Biru | MotorBirunya Igfar

  2. Ping balik: Selamat Tinggal Legok | MotorBirunya Igfar

  3. Ping balik: Tak Ada Givi, Insulock-pun Jadi | MotorBirunya Igfar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s