Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘raya’

Pagi pagi buka komputer kantor, tertarik dengan salah satu tulisan blogger dari Sulawesi Selatan. Beliau menghadapi kondisi dilema dalam berlalu lintas saat harus mengantar jemput anak dan keponakannya ke sekolah. Di satu sisi, beliau paham betul tentang aturan bahwa sepeda motor hanya boleh di naiki 2 orang. Namun di sisi lain, beliau tidak tega membiarkan anak dan keponakannya yang masih berusia 3 – 4 tahun harus berjalan kaki sejauh 1 km untuk bisa berangkat sekolah atau pulang. Pilihan lain ada pada transportasi umum jenis ojek dan becak. Jika bicara ojek, ya sama saja.. judulnya juga sepeda motor.  Maka kemungkinan pilihan ada pada becak. Namun ini kadang juga ini membuat orang tua merasa tidak nyaman menitipkan anaknya kepada orang lain. Maka atas dasar pertimbangan, dan karena memang tidak memiliki pilihan lain, akhirnya beliau memilih untuk mengantarkan anak dan keponakannya sendirian menggunakan sepeda motor.

(lebih…)

Read Full Post »

Pernahkah anda melihat joki joki 3 in 1 di kota Jakarta? Pasti pernah. Bagi kita yang tinggal di ibu kota, fenomena profesi dari kebijakan Pemerintah ini sudahlah bukan hal yang asing.Para joki 3 in 1 ini berasal dari usia yang berbeda. Mulai dari belasan tahun, sampai puluhan tahun. Ada yang remaja, ada juga yang ibu rumah tangga.

Namun setiap pagi saya melihat joki 3 in 1, ada hal yang kadang mengiris hati saya. Banyak dari para joki itu membawa bayi setiap hari. Bayi bayi ini menurut pengamatan saya berusia sangat mungil. Seharusnya, bayi bayi ini berada di rumah bermain dengan ibunya atau saudaranya. (lebih…)

Read Full Post »

Modifikasi Suzuki Thunder 125 terinspirasi BMW R1200GS. Foto : Dapurpacu.com

Saya memang belum sempat mampir ke PRJ 2011 ini karena beberapa hal. Namun walaupun melalui Dapurpacu.com dan Motorplus-online.com, saya sudah melihat hasil karya modifikasi Thunder 125 dari Tauco Custom untuk Suzuki Indonesia. Sekilas, saya terpesona melihat modifikasi tersebut, namun setelah memperhatikan detail, saya menyayangkan pihak Suzuki tampak tidak serius menampilkan sisi lain dari motor ber cc imut ini. (lebih…)

Read Full Post »

Foto ini sudah saya dapatkan sejak beberapa bulan lalu ketika sedang pergi bersama istri.

Perhatikan foto diatas. Foto sebuah mobil milik sekolah mengemudi di daerah Serpong, Tangerang. Awalnya tidak ada yang aneh saat saya melihat mobil ini berjalan agak pelan di daerah Serpong. Saya pikir hanya sebuah mobil belajar yang sering terlihat di Jakarta dan sekitarnya. Tapi ketika saya mendekat, saya sedikit tersenyum membaca tulisan yang terpampang di kaca belakang mobil itu.

3x Dijamin Bisa

Memang mengendarai sebuah kendaraan di negara ini seakan telah menjadi kebutuhan pokok, dan tak sedikit yang menganggap itu sebuah gengsi. Para pemilik sekolah menyetir-pun berlomba-lomba merebut pangsa pasar ini dengan berbagai cara. Salah satunya dengan promosi ‘Cepat Bisa’ ini. Namun tidak sedikit dari para pemilik sekolah mengemudi ini yang melupakan faktor lain dalam hal keselamatan berkendara. Mereka sepertinya hanya mengutamakan skill dalam setiap materi pengajarannya. (lebih…)

Read Full Post »

Foto : Yohanes

Tertib lalu lintas itu, tanpa helm, tanpa lampu belakang dan tanpa plat nomor. Mau menambahkan? Silahkan… (*)

Read Full Post »

Apakah produsen rokok sudah terpengaruh virus alay? Tak tanggung-tanggung, truk gandeng yang dijadikan objek. Bagaimana menurut anda?

Apakah animasi termasuk pembodohan Otomotif?

Mild Strong. Mild itu berarti lembut dan Strong itu kuat. Sebagai perokok, saya memahami maksud iklan ini. Walaupun karakter rokok ini adalah Mild, namun tetap memiliki citarasa kuat (Strong), layaknya rokok kretek. Namun, haruskah ada truk gandeng yang bisa terbang dalam memberikan visual yang dimaksud? Benar atau salah, kembali pada pemikiran anda. (*)

Read Full Post »

Sumber : Blog BikersGuide Magazine

Banyak rekan bikers yang masih mampertanyakan legalitas penggunaan Strobo dan Sirine. Berikut kami mengutip Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, dan PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi.

Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna: a. merah; b. biru; dan c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan

c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: