Mari Bersama Kita Tuntut Pemerintah Untuk Membenahi Transportasi Publik

Saya sengaja mendisain gambar ini untuk disebarkan. Silahkan di unduh untuk dijadikan banner, profile picture di social media, kaos, stiker dan apapun juga. Bersama kita pasti bisa memaksa Pemerintah untuk membenahi carut marutnya transportasi publik sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di Ibu Kota tercinta ini. Semangat!!

Iklan

[Video] Proses Bakar Diri Yang Terkenal Di Dunia

Baru baru ini kita di kejutkan oleh berita seorang pria yang membakar dirinya di depan Istana Negara. Banyak spekulasi dan perdebatan yang keluar di masyarakat kita. Namun tahukah anda, bahwa bakar diri tersebut adalah bentuk protes terhadap pemerintah atas kebijakan tertentu? Tahun 1963, adalah tahun dimana sebuah proses bakar diri yang terkenal di dunia terjadi. Pada tanggal 11 juni 1963, seorang biksu Buddha yang bernama Thich Quang Duc, membakar dirinya sendiri di sebuah persimpangan padat pusat kota Saigon, Vietnam.

Setelah turun dari mobil Biksu tersebut dan langsung mengambil posisi meditasi di tengah jalanan yang ramai tersebut dan rekan-rekan sesama biksu membantu dia menyiramkan bensin ke sekujur tubuhnya sendiri. Dan Dia-pun menyalakan api dengan korek api dan langsung membakar seluruh tubuhnya dalam beberapa menit. Baca lebih lanjut

Untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Anak-pun Di Korbankan. Apa Kabar Penegakan Hukum?!

Pernahkah anda melihat joki joki 3 in 1 di kota Jakarta? Pasti pernah. Bagi kita yang tinggal di ibu kota, fenomena profesi dari kebijakan Pemerintah ini sudahlah bukan hal yang asing.Para joki 3 in 1 ini berasal dari usia yang berbeda. Mulai dari belasan tahun, sampai puluhan tahun. Ada yang remaja, ada juga yang ibu rumah tangga.

Namun setiap pagi saya melihat joki 3 in 1, ada hal yang kadang mengiris hati saya. Banyak dari para joki itu membawa bayi setiap hari. Bayi bayi ini menurut pengamatan saya berusia sangat mungil. Seharusnya, bayi bayi ini berada di rumah bermain dengan ibunya atau saudaranya. Baca lebih lanjut

Kutipan Undang-Undang Tentang Penggunaan Sirine, Lampu Rotator dan Strobo

Sumber : Blog BikersGuide Magazine

Banyak rekan bikers yang masih mampertanyakan legalitas penggunaan Strobo dan Sirine. Berikut kami mengutip Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, dan PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi.

Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna: a. merah; b. biru; dan c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan

c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Baca lebih lanjut