Apakah Ini Artinya Si Biru harus Pensiun?

Usia sudah bertambah. Beban hidup rasanya semakin berat. Lelah dan stress kini cepat sekali menyerang. Tak hanya itu, jalananpun kini semakin kejam. Tak jarang saya merasa ingin menangis ketika jalanan begitu sesak dengan sepeda motor, mobil dan kendaraan jenis lainnya. Jarak Pamulang ke Kebayoran Lama yang tadinya ditempuh hanya 40 menit, kini ditempuh nyaris 1.5 jam. Kadang rasa pegal dan sakit timbul di lengan kiri, begitu juga paha dan betis. Apakah ini artinya saya sudah tak cocok mengendarai motor ber-kopling manual? Apakah ini artinya Si Biru harus di bebas tugaskan?

Tampang Si Biru, 5 tahun lalu..

Baca lebih lanjut

Iklan

The Real ‘Pak Ogah’ From Vietnam

Mungkin dialah yang pantas di sebut Pak Ogah sesungguhnya karena kepalanya yang plontos. Eits, tapi bukan itu masalahnya. Pak Ogah yang satu ini sangat tegas mengatur lalu lintas di daerahnya. Ia tak segan segan memukul orang yang berkendara melawan arus. Bayangkan jika Jakarta memiliki 100 orang saja seperti ini, dan di tugaskan di 100 titik yang banyak para pelanggar aturan lalu lintas. Wow.. mungkin jalanan Jakarta tak se-horor hari ini.. Mau lihat video-nya? sok atuh dilihat.. Baca lebih lanjut

Lagu God Bless, Fakta Kondisi Yang Semakin Memburuk Antara 30 Tahun Lalu dan Hari Ini

Serba salah, nafasku terasa sesak
Berimpitan berdesakkan, bergantungan
Memang susah, jadi orang yang tak punya
Kemanapun naik bis kota.

Pernah dengar potongan lagu itu? Ya, itu adalah reff dari lagu berjudul Bis Kota yang di nyanyikan oleh band rock legendaris Indonesia, God Bless. Lagu itu bisa menjadi cerminan kondisi Jakarta pada era ’80-an. Namun bedanya, walau mungkin dulu orang berdesakkan di dalam bis, rasanya untuk pergi ke mana-mana kita masih bisa tepat waktu. Jalan raya era itu tidak seperti hari ini. Baca lebih lanjut

Mari Bersama Kita Tuntut Pemerintah Untuk Membenahi Transportasi Publik

Saya sengaja mendisain gambar ini untuk disebarkan. Silahkan di unduh untuk dijadikan banner, profile picture di social media, kaos, stiker dan apapun juga. Bersama kita pasti bisa memaksa Pemerintah untuk membenahi carut marutnya transportasi publik sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di Ibu Kota tercinta ini. Semangat!!

Keberhasilan ATPM, Kegagalan Pemerintah

Ratusan unit tiap hari disebar di Jakarta saja

Pagi ini sesampainya dikantor saya disuguhkan artikel yang ditulis Mas Edo Rusyanto. Artikel ini cukup mengejutkan saya. Dalam artikel tersebut dituliskan bahwa AHM (Astra Honda Motor) berhasil menjual sepeda motornya lebih dari 400.000 unit untuk bulan Oktober 2011 saja.

Bayangkan, pada Oktober 2011, AHM melego 415.281 unit motor. Apa nggak geleng-geleng kepala membacanya. (Edo Rusyanto)

Yak! secara grafik memang kita melihat keberhasilan sebuah perusahaan raksasa bernama AHM. Dari apa yang saya baca, untuk Januari sampai Oktober saja AHM berhasil menjual 3,6 juta unit! AHM berhasil menorehkan namanya sebagai pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia saat ini. Sebuah prestasi yang luar biasa. Memang banyak hal yang mendukung keberhasilan sebuah ATPM di Indonesia. Bisa saja karena kualitas produknya, promosinya, atau hanya sekedar nama besarnya. Tapi jika ditelaah lebih jauh, tahukah anda, mengapa ATPM di Indonesia bisa menjual jutaan unit dalam beberapa bulan saja, sedangkan di negara asalnya penjualan mereka biasa saja? Baca lebih lanjut

(Update Artikel) Acara Musik Bikin Macet, Siapa Yang Dirugikan?

Sebelumnya udah baca artikel saya yang berjudul “Acara Musik Bikin Macet, Siapa Yang Dirugikan?” ?.  Ya, acara Hip Hip Hura yang diadakan SCTV membuat Pamulang macet tak bergerak. Mau lihat potongan acara tersebut? Check this out! (*)

Acara Musik Bikin Macet, Siapa Yang Dirugikan?

Minggu (15/05) sore kemarin, saya bersama istri berencana pergi untuk menghabiskan weekend sore ke Pizza Hut cabang Pamulang yang posisinya satu gedung dengan Carrefour Pamulang yang bersebrangan dengan Pamulang Square. Saya berangkat dari rumah saya di Permata Pamulang sekitar pukul 15.00 dengan mengendarai motor. Jarak dari rumah saya menuju Pizza Hut Pamulang sekitar 3 – 4 km dan dengan waktu tempuh dalam kondisi lalu lintas normal sekitar 15 sampai 30 menit.

Ketika saya baru keluar dari komplek perumahan, saya mendapati jalan raya dalam keadaan macet. Sempat heran karena macet di depan perumahan saya bukanlah hal yang biasa. Dan kalaupun macet, biasanya disebabkan truk besar yang menanjak dan menyebabkan jalanan agak tersendat karena didepan perumahan saya terdapat turunan dan tanjakan yang curam. Setelah melalui tanjakan tersebut, ternyata macet bukan disebabkan oleh truk. Di perempatan Parakan, kesemerawutan jalan lebih parah, sehinga ‘Pak Ogah’ yang biasa berjaga-pun kewalahan.

Baca lebih lanjut