Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘keluarga’

Siapa sangka, Singapura, negara yang terkenal dengan kedisiplinannya ternyata juga memiliki pelanggar lalu lintas. Memang bukan motor bebek, tetapi sebuah Ferrari 559 GTO. Mobil mewah tersebut menerobos lampu merah dengan kecepatan sangat tinggi, dan menabrak sebuah taxi dan sepeda motor. Kejadian ini terjadi 12 Mei 2012 yang lalu. (lebih…)

Read Full Post »

Kadang, saat kita sudah berhati hati ada saja yang memancing emosi. Namun tips saya ini membuat perjalanan saya ke Sukabumi menjadi lebih waspada. Dan positifnya, saya nyaris tidak terpancing emosi atas kondisi paling krodit sekalipun selama perjalanan ke Sukabumi.

Foto Istri dan si kecil di motor saya

Mungkin terlihat norak bagi sebagian orang. Tapi tidak untuk saya. Foto ini membuat saya selalu mengingat keluarga saya saat berkendara. Karena, kemanapun saya pergi dengan sepeda motor, baik itu bekerja ataupun turing, keluarga di rumah tetap menjadi tujuan akhir perjalanan saya. Terlepas dari itu, tak lupa saya berdoa pada Allah agar selalu di lindungi dalam setiap langkah saya. Amin. Semoga bermanfaat. (*)

Read Full Post »

Seperti biasa, pagi ini saya melintasi Pakubuwono untuk mengantar kakak saya yang bekerja di Senayan. Namun pagi ini ada hal yang membuat saya geleng geleng kepala. Yaitu ulah pengguna jalan.¬† (lebih…)

Read Full Post »

Ada kisah lama seorang teman yang menjual Yamaha Scorpio-nya dan menggantinya dengan sebuah Kawasaki Ninja 250. Uang yang di dapat dari penjualan Scorpio-nya digunakan sepenuhnya untuk membayar DP sang Ninja. Kemudian sang Ninja pun jadi miliknya dengan cicilan hampir menyentuh angka 1.7 juta perbulan.

Ia bukanlah orang kaya, namun Ia hanyalah seorang pekerja swasata dengan penghasilan kurang lebih 2.5 juta saja. Ketika saya tanya mengapa Ia nekat membeli motor yang cicilannya lebih dari separuh gajinya. Ia menjawab bahwa hal ini Ia lakukan selagi Ia bujangan dan belum memiliki tanggungan seperti saya. Jawaban standar seorang bujangan. Ya wajar memang jika kita mengejar sebuah impian dan sedikit nekat.

Namun tak berhenti di situ, perlahan Ia memodifikasi Ninja-nya dengan parts yang menurut saya harganya tak main-main. Knalpot saja bisa 2 juta? WOW! belum lagi parts lainnya. Dan itu semua belum termasuk biaya service yang juga tidak murah. Sehingga wajar saja saya sering mendengar dia bokek.. Hihihi..

Terkadang saya iri dengan keadaannya yang masih bujang dan mampu membeli segalanya tanpa memikirkan tanggungan hidup. Sampai sebuah kejadian menyadarkan saya. (lebih…)

Read Full Post »

Salah satu iklan layanan masyarakat ini hampir membuat airmata saya jatuh. Kenapa tidak, iklan ini menggambarkan orang-orang yang kehilangan keluarganya. Semua  orang yang tewas ini adalah akibat dari mengemudi melewati batas kecepatan. Entah sebagai pelaku atau-pun korban. Namun apapun itu, prilaku kita dijalan bisa saja membuat nyawa orang lain terancam. Hargai hak pengendara lain, karena mereka memiliki keluarga juga yang menyayanginya seperti kita.

Bayangkan, jika kita kehilangan orang yang kita sayang. Atau bahkan kita yang meninggalkan mereka. Bayangkan juga, jika orang lain harus mengalami itu. (*)

Check this out

Read Full Post »

Tak terasa.. 2 bulan sudah bidadari kecil saya hadir menemani saya dan istri. Saya berdoa, semoga ananda kelak menjadi anak yang berguna bagi agama dan negara. Juga menjadi pencerah jalan orang tuanya di akhirat kelak. Amin Ya Rabbal Alamin.

Selagi sempat, saya mencoba membuat sebuah video sederhana menggunakan software iMovie yang ada di iMac saya. Walaupun hanya berasal dari gabungan video dari kamera ponsel, namun video-video ini membuat saya tersenyum melihatnya. Selamat menyaksikan. (*)

Read Full Post »

Artikel ini saya buat untuk mengenang kepergian Ayah saya kembali ke Sang Pencipta pada 10 Juli 1997.

Ilustrasi. Namun kurang lebih, beginilah kondisi mobil kami pasca kecelakaan.

Tiba tiba saya teringat tragedi 18 tahun lalu yang menimpa keluarga saya. Tepatnya lebaran hari ke 3 tahun 1993. Pagi itu kami mengantarkan kakak yang harus kembali ke Singapura karena jadwal kuliahnya yg mengharuskan Ia masuk besok harinya. Namun, sepulang dari airport, tepat di depan gedung MPR/DPR, sebuah kejadian yang mengubah garis hidup keluarga kami terjadi. Mobil yang di kendarai ayah saya menghajar trotoar dan menabrak tiang listrik. Ternyata ayah saya mengantuk dan keluarga lainnya, ibu dan kakak laki-laki saya juga mengantuk. Kami berempat sempat tertidur dalam mobil.

Saya yang ketika itu masih kelas 3 SD, sempat hilang kesadaran, mungkin karena shock. Begitu tersadar, saya melihat darah dimana-mana dan jerit kesakitan dari ibu dan ayah saya. Bagimana tidak, Ayah saya mengalami patah kaki kanan dan kiri, patah tangan kanan dan kiri, retak tulang paha kanan dan kepala sobek. Plus gegar otak ringan. Ibu saya mengalami patah kaki kanan dan tangan kiri. Sedangkan kakak laki-laki saya mengalami retak tangan kanan dan batang hidung patah. (lebih…)

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: