Hikmah Dibalik Kepergian Sahabat

Foto terakhir bersama Almarhum

Tidak banyak pasti yang membaca blog ini yang mengenal dia. Dia, yang biasa saya panggil Asep adalah pegawai di kantor tempat saya bekerja. Tepatnya dia adalah asisten fotografer. Namun sudah 1 tahun sejak Maret 2011 dia tidak lagi bekerja di kantor saya. Dia berhenti bekerja sejak kondisi tubuhnya menurun dan dokter mem-vonisnya mengidap Leukimia. Penyakit yang tidak main main. Segala pengobatan sudah dilakukan. Dan akhirnya, beberapa minggu lalu Ia akhirnya harus di rawat di RS. Fatmawati. Baca lebih lanjut

Iklan

Liburan Penuh Cinta

Buat saya, liburan adalah hal yang mahal. Bukan mahal dalam artian nominal uang, tetapi liburan adalah hal yang berharga sekali untuk saya. Kenapa? Jawabannya simpel, karena saya jarang libur. Senin sampai Jumat saya kerja tanpa kenal waktu. Sabtu dan Minggu saya kuliah. Pengen banget sekali sekali bangun siang jam 10 trus males malesan di tempat tidur… Ughhh…

Meneduh karena hujan deras

Target liburan kali ini adalah Sukabumi. Sekalian mau ketemu calon mertua.. hehehehe… Jadi, saya liburan bersama pacar saya. Sekalian liburan tapi juga memenuhi hasrat turing saya karena perjalanan liburan ini saya mengendarai si Biru. Baca lebih lanjut

Memaknai Cinta

Kali ini saya ingin coba berbicara tentang cinta. Cinta? Biker kok ngomongin cinta? hahaha.. Kita hidup kan dengan cinta. Tanpa cinta, kita pasti tidak akan bertahan di dunia ini. Cinta yang saya maksud bukan hanya kepada kekasih, istri atau keluarga. Tapi juga kepada lingkungan, alam, bahkan Tuhan yang menciptakan kita.

Ketika saya bertanya dengan beberapa sahabat tentang definisi cinta, rata rata mereka menjawab cinta adalah kejujuran, cinta adalah kesetiaan, cinta adalah tentang memberi tanpa berharap kembali, cinta adalah itu, cinta adalah ini. Semua jawaban itu benar. Namun saya mencoba mengerucutkannya ke dalam dua point.

Baca lebih lanjut

Pria lebih menderita karena putus cinta

crying

Hubungan cinta tidak selamanya berjalan mulus. Ada yang sukses hingga ke jenjang pernikahan dan kemudian membuahkan anak. Namun lebih banyak hubungan cinta yang berakhir prematur dengan kedua pihak kembali menjalankan kehidupan lajangnya masing-masing. Ada yang berakhir baik-baik dengan keduanya saling mengucapkan terima kasih dan masih menjadi teman dekat. Ada pula yang berakhir tidak baik dengan keduanya saling mengucapkan sumpah serapah dan berurai air mata. Bagaimanapun juga, hubungan cinta yang kandas pasti sedikit banyak menimbulkan penderitaan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak mana sebenarnya yang paling menderita akibat putus cinta?

Prialah yang sebenarnya paling menderita, menurut David Zinczenko, kolumnis majalah Men’s Health. Ia menolak anggapan umum bahwa pria lebih tegar daripada wanita dalam menghadapi putusnya hubungan percintaan. Apa saja alasannya? Baca lebih lanjut