Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Cerita Jalan Raya’ Category

Sumber Foto : Merdeka.com

Sumber Foto : Merdeka.com

Beberapa hari lalu, hati saya ngilu karena membaca sebuah berita di media on-line nasional dimana seorang penyandang disabilitas terpaksa duduk di lantai kereta karena kursi yang seharusnya di peruntukkan untuk mereka diduduki oleh orang yang sehat jasmani.

(lebih…)

Read Full Post »

Gak usah panjang lebar. Coba lihat iklan ini :

Iklan Honda CB150R di sebuah harian lokal. Selain koran, iklan ini juga banyak terpampang di billboard. Sumber : http://pertamax7.com

Jauh sebelum iklan ini keluar, ada yang sudah bersuara : “Naik motor pake otak. Bukan Nyali”

Salah satu produk Traffik Clothing

Salah satu produk Traffik Clothing

Bung Azdi Dahlan juga pernah bersuara. (Kedua dari kiri)

Bung Azdi Dahlan juga pernah bersuara. (Kedua dari kiri)

Huff.. Another “pembodohan otomotif” story… (*)

traffik clothing

Read Full Post »

Siapa sangka, Singapura, negara yang terkenal dengan kedisiplinannya ternyata juga memiliki pelanggar lalu lintas. Memang bukan motor bebek, tetapi sebuah Ferrari 559 GTO. Mobil mewah tersebut menerobos lampu merah dengan kecepatan sangat tinggi, dan menabrak sebuah taxi dan sepeda motor. Kejadian ini terjadi 12 Mei 2012 yang lalu. (lebih…)

Read Full Post »

Setelah membaca artikel yang di tulis oleh Mas Mitra tentang keberadaan trotoar yang kini telah alih fungsi, saya pun tertarik mencoba untuk membahasnya. Namun apa yang saya coba angkat, bukanlah alih fungsi trotoar untuk pedagang atau sekedar motor yang melintas diatas trotoar. Tetapi alih fungsi yang dilakukan oleh dealer mobil dari pabrikan besar. (lebih…)

Read Full Post »

Sejak pacaran sampai menikah, saya sudah beberapa kali ke Sukabumi. Beberapakali saya menggunakan sepeda motor, tapi pernah juga saya menggunakan angkutan umum. Sebagai pengguna angkutan umum dan orang yang pernah melintasi Jalan raya Sukabumi, berikut angkutan umum yang saya rekomendasikan dan yang tidak saya rekomendasikan ketika ingin bepergian ke Sukabumi.

Parung Indah

Sumber : Bismania.com

Ini adalah bus yang sangat saya rekomendasikan. Selain nyaman karena ber AC, bis ini bukan tipikal bus doyan ngetem layaknya bus kecil sejenisnya. Selain dari itu, jalur yang ditempuh adalah jalur TOL. Bukan jalur reguler layaknya bus biasa. Begitu keluar dari terminal Lebak Bulus, bus ini langsung masuk ke TOL TB. Simatupang dan keluar di Bogor.

Hanya saja, karena armada bus ini terbatas, perlu sedikit kesabaran ketika menunggu kedatangannya. Bahkan ketika bus ini masuk ke area Terminal Lebak Bulus, tak butuh waktu banyak, bus ini sudah penuh dan langsung berangkat lagi. Cara berkendara supir bus ini-pun tergolong sopan. Ketika saya pulang dari Sukabumi dulu, saya perhatikan bus ini selalu berada di jalur tengah atau kiri saja. Bahkan bus bus sejenisnya dari perusahaan lain banyak yang lebih kencang dan mendahului bis ini.

Saya lupa tarif bus ini. Kalau tidak salah berkisar antara 20 ribu sampai 25 ribu saja. Tarif yang cukup murah dibanding harus naik turun dan sambung menyambung angkutan umum.

Walau begitu,terkadang beberapa pengamen dan pedagang asongan masih saja di izinkan naik ketika bus terjebak macet di Jalan Raya Sukabumi. Sempat saya bertanya pada kondektur ketika menaiki bus ini, mengapa mereka diizinkan naik jika mengganggu kenyamanan penumpang? Jawab sang kondektur, jika mereka tidak di izinkan, nanti akan jadi masalah. Entah menendang, memukul bahkan melempari bus. Hmm.. budaya Indonesia…

Angkutan Bogor – Sukabumi (L300) atau biasa disebut “Bogoran”

Inilah angkutan umum yang tidak saya rekomendasikan sama sekali. Jujur, saya belum pernah menaiki angkutan umum ini. Kenapa? jawabnya adalah karena saya tidak berani, karena saya sering melihat kelakukan brutal supirnya. Jelas sekali saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana mobil ini berani mendahului kendaraan lain namun dengan cara memaksa kendaraan lain dari arus berlawanan untuk ‘menyerahkan jalurnya’ kepada mobil L300 ini. Bahkan warga sekitar menjulukinya dengan sebutan “mobil cepat”. Namun salah satu media online Bogor memberikan julukan kepada angkutan ini dengan sebutan “mobil nekat”. Bagaimana tidak, jalur macet di Jalan raya Sukabumi mampu di terabas tanpa kendala. Simak potongan liputan dari Yudha Marhaena Setiawan, Radar-bogor.co.id :

Cepat dan menegangkan, itulah Colt L300 yang sering kita temukan di jalanan Bogor hingga Sukabumi. Siapa pun yang pernah menumpang kendaraan tersebut pasti adrenalinnya berpacu dengan cepat. Warga sekitar Sukabumi sangat akrab dengan angkutan yang satu ini. Ya, mereka menyukai angkot tersebut karena kecepatan dan keberanian sopirnya dalam melibas tikungan tajam dan menaklukkan busbus besar jurusan Sukabumi. [Lanjutkan]

Bahkan ada lelucon, rata rata pengguna angkutan angkutan umum ini dekat dengan Tuhan. Karena ketika menaikinya mereka menjadi lebih banyak berdoa dan mengingat Tuhan. Pengalaman saya membuktikan, saya sering sekali harus mengalah ketika mobil ini mengambil jalur saya untuk mendahului kendaraan lain. Jangankan saya yang cuma naik sepeda motor. Bus besar-pun kadang ‘dipaksa’ untuk memberikan jalurnya untuk sang penguasa jalur Ciawi – Sukabumi ini.

Sekarang terserah anda. Mau duduk tenang di bus ber-AC atau mau menguji nyali dan merasakan adrenalin yang terpompa deras? (*)

Read Full Post »

Senin lalu sebelum pulang ke Pamulang, saya menyempatkan mengantar istri mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk memenuhi persyaratan  mutasi KTP-nya dari Sukabumi ke Tangerang Selatan di kantor Polres Kota Sukabumi. Kami datang sekitar pukul 10 pagi.

Sebelum masuk ke area Polres Kota Sukabumi, saya berhenti sejenak di pos pelayanan untuk menanyakan tempat parkir dan tempat mengurus SKCK. Dengan logat Sunda kental, seorang Polisi menjelaskan dengan detail pertanyaan saya dengan ramah. (lebih…)

Read Full Post »

Kadang, saat kita sudah berhati hati ada saja yang memancing emosi. Namun tips saya ini membuat perjalanan saya ke Sukabumi menjadi lebih waspada. Dan positifnya, saya nyaris tidak terpancing emosi atas kondisi paling krodit sekalipun selama perjalanan ke Sukabumi.

Foto Istri dan si kecil di motor saya

Mungkin terlihat norak bagi sebagian orang. Tapi tidak untuk saya. Foto ini membuat saya selalu mengingat keluarga saya saat berkendara. Karena, kemanapun saya pergi dengan sepeda motor, baik itu bekerja ataupun turing, keluarga di rumah tetap menjadi tujuan akhir perjalanan saya. Terlepas dari itu, tak lupa saya berdoa pada Allah agar selalu di lindungi dalam setiap langkah saya. Amin. Semoga bermanfaat. (*)

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: