Ke Puskesmas, Kenapa Tidak?

Puskesmas Desa Bakti jaya

Puskesmas Desa Bakti jaya

Sabtu pagi kemarin si kecil panas lagi badannya. Disertai bercak bercak merah di wajah dan punggungnya. Mungkin terkena campak. Sempat khawatir juga dengan biaya berobat kalau harus ke rumah sakit lagi. Karena minggu lalu baru saja si kecil demam dan dibawa ke rumah sakit. Mengingat asuransi yang dimiliki keluarga saya adalah asuransi ivestasi dan rawat inap. Bukan untuk berobat jalan. Ya sudahlah,, demi si kecil.. modal usaha di pakai dulu.. Karena gaji saya sudah tak cukup lagi untuk berobat.

Ketika hendak bersiap pergi, Ibu saya yang juga kader Posyandu menyarankan untuk di bawa ke Puskesmas saja. Jujur saja, begitu mendengar kata Puskesmas, pikiran saya langsung membayangkan tempat kecil yang jorok dan pelayanan yang semrawut ala Rumah Sakit Pemerintah, walau memang murah. “Eits.. siapa bilang?” Kata Ibu saya. Saya disuruh mendatangi Puskesmas yang berada di belakang komplek. “Ya.. oke.. saya coba dulu..”

Lalu pergilah saya ke Puskesmas yang di tunjukkan oleh Ibu saya. ternyata Puskesmas yang ditunjukkan oleh ibu saya adalah sebuah bangunan putih yang cukup besar. Saya memang pernah melihat bangunan ini, namun saya tak menyangka ini adalah Puskesmas. Begitu masuk-pun pelayanannya cukup ramah. Istri mengisi formulir dan mengambil kartu berobatnya. Mengantri sebentar lalu istri saya dipanggil ke ruang dokter. Ternyata, dokternya juga cukup ramah. Pertanyaan sang dokter-pun cukup detail. Tidak sekedar asal periksa seperti dugaan saya.

Ruangan Bersih dan Nyaman

Ambulance pun tersedia

Setelah selasai dan setelah obat ditangan, istri langsung mengajak saya pulang. Saya lalu bertanya padanya “emang udah bayar?”. Lalu istri saya menjawab “Udah tadi waktu datang”. Lah kok bayar dulu baru berobat? dan bayangan saya, biaya yang dikeluarkan sekitar 80 ribu lebih untuk 2 jenis obat dan jasa dokter. Lalu istri menjawab, “Cuma 3000 rupiah” Ha??

Tampaknya, Pemerintah Tangerang Selatan memang tak main main dengan program kesehatan murah untuk masyarakat. Terbukti, biaya berobat dan obat saja hanya dikenakan biaya sangat murah. Bahkan, kata Ibu saya, untuk lansia dan pemegang kartu/surat keterangan miskin, biaya berobatnya termasuk jasa dokter dan obat semuanya gratis. Namun, untuk tindakan tertentu, memang dikenakan biaya. Seperti cabut gigi dan lainnya. Walau begitu, biaya yang dikenakan jauh lebih murah dari pada biaya versi rumah sakit swasta.

Baiya Tidakan Tertentu

Mudah-mudahan ga cuma jargon..

Alhamdullilah, keberadaan Puskesmas sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah kebawah. Walikota Tangerang Selatan, tampaknya memang serius menyediakan sarana kesehatan yang murah bagi masyarakat. Mudah mudahan, pelayanan seperti ini terus ditingkatkan agar kesehatan tak lagi menjadi ‘barang mahal’ bagi masyarakat kita. (*)

Iklan

16 thoughts on “Ke Puskesmas, Kenapa Tidak?

  1. lebih murah, adik ipar sakit batuk hanya dengan Rp.10000 (biaya periksa dan obat), btw aku lagi cari waktu untuk bersihkan karang gigi, biayanya cuma rp. 3000, di puskesmas duren sawit

  2. Ping balik: Murahnya Biaya Berobat di Puskesmas « RamboeistBlast

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s