Ketika Dealer Mobil Ikut Merampas Hak Pejalan Kaki

Setelah membaca artikel yang di tulis oleh Mas Mitra tentang keberadaan trotoar yang kini telah alih fungsi, saya pun tertarik mencoba untuk membahasnya. Namun apa yang saya coba angkat, bukanlah alih fungsi trotoar untuk pedagang atau sekedar motor yang melintas diatas trotoar. Tetapi alih fungsi yang dilakukan oleh dealer mobil dari pabrikan besar.

Setiap harinya saya melintasi jalan Sultan Iskandar Muda, atau lebih dikenal Arteri Pondok Indah. Disana terdapat beberapa dealer penjualan mobil dari ATPM besar. Sebut saja: Nissan, Subaru, Chevy, Proton, Daihatsu dan beberapa dealer mobil CBU seperti Land Rover sampai Ferrari. Namun ada beberapa catatan bagi beberapa dealer yang menyalahgunakan fungsi trotoar sebagai tempat parkir. Diataranya : Nissan Pondok Indah, Proton Pondok Indah dan yang terparah adalah Subaru Pondok Indah.

Nissan & Proton

Dealer Nissan Pondok Indah

Kedua dealer ini kadang menyalah gunakan fungsi trotoar sebagai tempat parkir. Memang, tak setiap saat. Seperti foto diatas, di depan Nissan Pondok Indah hanya ada dua mobil yang parkir sejajar trotoar namun berada diatas selokan yang tertutup dan masih menyisakan sedikit ruang bagi pejalan kaki. Begitu juga dengan Proton Pondok Indah, mobil servisnya yang berwarna jingga sering terlihat parkir diatas tutup selokan namun masih menyisakan tempat bagi pejalan kaki.

Subaru Pondok Indah

Dealer Subaru Pondok Indah

Bicara soal penyalahgunaan fungsi trotoar, dealer ini adalah yang terparah. Berbeda dengan dua dealer yang saya sebutkan sebelumnya, Subaru Pondok Indah jelas menggunakan trotoar sebagai tempat parkir. Tidak parkir sejajar trotoar, melainkan parkir melintang hingga tidak menyisakan sedikitpun ruang bagi pejalan kaki. Tidak satu mobil, kadang terlihat lebih dari 2 mobil parkir disana. Bagaimana jika ada pejalan kaki yang terserempet mobil ketika melintas di depan dealer ini? Apakah Pihak Subaru Pondok Indah mau bertanggung jawab?

Perusahaan penjual mobil sekelas dealer Subaru dan dealer lainnya di Jakarta seharusnya paham akan aturan yang mengatur keberadaan trotoar. Semuanya sudah diatur dalan UU No 22 Tahun 2009. Alasan kekurangan area parkir tidak bisa menjadi alasan untuk merampas hak pejalan kaki. Namun, kenapa masih banyak pelanggaran yang di lakukan secara terang terangan oleh dealer dealer ini? Apa kabar penagakan hukum? Apakah pejalan kaki akan selalu di anak tirikan?

Mungkin hanya di Indonesia fungsi trotoar bukanlah untuk pejalan kaki. Melainkan untuk jalur ‘darurat’ sepeda motor, pedagang kaki lima dan parkir… (*)

Iklan

4 thoughts on “Ketika Dealer Mobil Ikut Merampas Hak Pejalan Kaki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s