Salut, Keramahan dan Pelayanan Polres Sukabumi Kota

Senin lalu sebelum pulang ke Pamulang, saya menyempatkan mengantar istri mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk memenuhi persyaratan  mutasi KTP-nya dari Sukabumi ke Tangerang Selatan di kantor Polres Kota Sukabumi. Kami datang sekitar pukul 10 pagi.

Sebelum masuk ke area Polres Kota Sukabumi, saya berhenti sejenak di pos pelayanan untuk menanyakan tempat parkir dan tempat mengurus SKCK. Dengan logat Sunda kental, seorang Polisi menjelaskan dengan detail pertanyaan saya dengan ramah.

Sempat shock dan malas ketika melihat begitu banyaknya orang yang mengurus SKCK. “Waduh.. pasti lama nih..” keluh saya pada istri. Bukan apa apa, saya membawa si kecil kesana saat itu. Langsung saja istri mendatangi loket formulir untuk menanyakan perihal KTP-nya yang mati untuk membuat SKCK. KTP-nya tidak bisa dihidupkan kembali atau di mutasi karena persyaratan mpembuatan KTP saat ini di Tangerang Selatan adalah menyerahkan SKCK dari tempat tinggal asal. Ternyata, dengan ramah pula petugas yang berwenang disana memberitahukan bahwa perihal KTP mati itu tidak masalah asal belum lebih dari satu tahun.

Kemudian, petugas itu menanyakan pas foto. Apa? astaga! kami tidak membawa pas foto. Lalu istri menanyakan, apakah harus membuat pas foto dahulu? Petugas tersebut dengan detail menjelaskan, tidak perlu, sebaiknya istri saya mengurus SKCK dahulu sampai selesai cap jari. Mengingat pelayanan SKCK hanya buka sampai pukul 11 siang. Lalu setelah itu bisa membuat pas foto, dan datang kembali sebelum pukul 3 sore. Nanti setelah pas foto sudah ditangan, langsung saja masuk keruangan kantor. Wow.. detail dan ramah sekali..

Begitu selesai cap jari dan menyerahkan segala data dan formulir, kami langsung cabut ke mall terdekat untuk membuat pas foto 4 x 6. Agar cepat, cari Photo Box saja. Karena tanggung, akhirnya kami makan siang dahulu. Kasihan si kecil, tampaknya kelelahan. Lalu setelah pukul 1, kami kembali ke kantor pelayanan SKCK Polres Sukabumi.

Begitu kami masuk, seorang petugas bertanya, “ada perlu apa, Bu?”. Istri saya menjelaskan dia mau menyerahkan susulan pas foto untuk mengambil SKCK. Petugas itu menjawab, “oh, atas nama siapa? silahkan tunggu sebentar ya..” tak sampai 1 menit, SKCK tanpa foto atas nama istri saya pun datang, langsung di tempelkan foto dan di stempel oleh etugas tersebut. Selesai. Hanya dikenakan pungutan biaya Rp.10.000. Ini resmi, karena diluar pos pelayanan SKCK terdapat tulisan “Berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor sekian sekian… Pembuatan SKCK Dikenakan Biaya Rp. 10.000,-

Ternyata SKCK jaman sekarang lebih bagus dari jaman saya dulu ya ketika masih bernama SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik), SKCK sekarang mirip seperti ijazah/piagam. Sedangkan jaman saya dulu hanya seperti fotokopian. hihi..

Eits, tak sampai disitu kisahnya. Begitu SKCK selesai, seorang petugas menghampiri saya dan istri. Menyarankan untuk sekalian memfoto kopi SKCK tersebut dan melegalisir-nya agar SKCK asli cukup disimpan saja. Ah! Betul juga, langsung saya lari ke fotokopi terdekat dan kempali lagi ke ruang pelayanan SKCK. Ternyata, petugas yang tadi sudah menunggu saya. Langsung saja, cap cip cup, tanda tangan. Selesai! Sungguh pelayanan yang memuaskan. Karena tak hanya ketika proses saja, petugas tersebut juga memberikan solusi solusi agar masalah kecil dalam pembutan SKCK istri saya menjadi cepat teratasi.

Walau begitu, bukan berarti saat pembuatan SKCK tidak ada oknum petugas yang nakal. Saat sedang menunggu istri cap jari, seorang petugas berbaju batik menghampiri saya dan menawarkan bantuan. Cukup membayar Rp.30.ooo,- saja, semua urusan beres. Alasan dia, kasihan bayi saya jika harus menunggu. Namun dengan sopan saya jawab, “tidak perlu pak, terimakasih, kasihan yang lain yang sudah mengantri.”

Keramahan atas pelayanan inilah yang harus dipelihara oleh Polri agar kepercayaan masyarakat terhadap Polisi kembali lagi. Dan oknum sampah yang selalu ingin uang panas, lebih baik di sikat bersih tak bersisa. Agar segala usaha Polisi memperbaiki citra tak lagi kotor dengan tikus busuk macam ini.

Maju terus Polri!

Iklan

2 thoughts on “Salut, Keramahan dan Pelayanan Polres Sukabumi Kota

  1. mau share saja mas, kalo ditempat saya (kab di jatim), untuk proses skck mutasi ktp biasanya mulai dari pengantar polsek > polres. nah di setiap pos tsb, pungutan yang 10rb itu selalu ada (bahkan di tempat membuat sidik jari juga tertempel tulisan tsb), walhasil polsek 10rb, sidik jari 10rb, polres 10rb. itu juga belum termasuk pengantar mulai dari desa > kecamatan 😀

    #semoga semakin baik pelayanan di kepolisian kita, jangan dikit2 duit

  2. waduh.. kalo dr apa yg sya baca di Polresta Sukabumi, “Berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor sekian sekian… Pembuatan SKCK Dikenakan Biaya Rp. 10.000,-“ Asumsinya adalah keseluruhan pembuatan SKCK dikenai 10ribu.. bukan satu pos 10ribu.. kalo memang ada indikasi kenakalan seperti itu, coba laporkan ke Propam saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s