Turing Kecil Ke Sukabumi Dengan Kewaspadaan Ekstra

Bersiap pulang ke Jakarta

Akhirnya, setelah sekian lama, Sabtu subuh kemarin saya memulai perjalanan turing kecil saya ke Sukabumi. Ya, memang bukan perjalanan turing luar biasa. Hanya turing kecil untuk menghilangkan dahaga turing saya.

Kenapa Sukabumi? dari seminggu yang lalu, anak dan istri saya sudah duluan pergi ke Sukabumi karena istri harus mengurus surat pindah dan membuat SKCK untuk kepindahannya tersebut. Lalu, karena saya harus bekerja, akhirnya Sabtu kemarin baru saya bisa menyusul ke Sukabumi.

Day 1

Berangkat pukul 05.00 setelah sholat Subuh. Menyempatkan mampir sebentar ke warung kopi dekat rumah untuk mengisi perut dengan segelas teh manis hangat. Lalu mengisi bensin di SPBU 34-15413 di jalan Siliwangi, Pondok Benda. Karena kemarin sudah isi bensin cukup banyak, pagi ini untuk mencapai full tank saya hanya mengisi Rp.38.000,-

Pagi ini begitu segar. Jalanan relatif sepi namun sesekali ada saja biker ugal ugalan melintas. Justru di pagi seperti ini saya harus ekstra berkonsentrasi karena jalanan yang cenderung masih gelap, sepi dan lebar. Konsentrasi lebih ekstra saya butuhkan ketika masuk jalanan Sawangan – Parung. Saat itu sudah sekitar pukul 6 lebih. Banyak sekali pengendara yang mengarah ke Jakarta, namun banyak dari mereka mendahului kendaraan di depannya hingga memakan hampir separuh jalur saya. Melintas di jalan raya Parung, ternyata jalanan ini sudah jauh lebih baik dan beberapa bagian sudah di perlebar dan diberikan separator di tengahnya.

Masuk ke Kota Bogor, jalanan sudah ramai dengan aktivitas pagi. Ada yang lari pagi, bersepeda, dan berangkat ke kantor. Ada juga beberapa rombongan turing yang melintas. Salah satunya rombongan pengguna Kawasaki ER-6n. Sayapun akhirnya menyempatkan diri untuk sarapan bubur ayam di seberang terminal Baranangsiang. Tepatnya depan dealer mobil Honda. Sambil sarapan saya memandangi lalu lintas pagi di kota ini.

Memasuki jalan Tajur, lagi lagi saya harus ekstra berkonsentrasi. Jalanan yang menanjak dan harus mengalah pada arus yang turun. Sesekali juga mengalah pada angkutan umum yang ugal ugalan. Huff.. Ekstra sabar…

Akhirnya, etape 2 perjalanan ini di mulai. Ternyata, jalanan di sekitar Caringin sampai Lido benar benar hancur. Konsentrasi ekstra benar benar dibutuhkan. Karena selain harus memperhatikan jalanan yang hancur, saya juga harus berkendara diatara truk truk besar disini. Ada beberapa catatan penting yang harus di perhatikan saat melintasi jalan raya Sukabumi :

  • Ekstralah berkonsentrasi, karena banyak sekali lubang besar disini.
  • Pada saat melintasi Caringin dan Lido, berkendaralah dengan sabar, jangan terpancing gaya berkendara alay sekitar, mereka cenderung brutal. Utamakan keselamatan anda.
  • Waspadai angkutan umum Bogor – Sukabumi yang menggunakan mobil Mitsubishi L300 atau biasa di sebut ‘Bogoran’. Cara berkendara supir angkutan ini benar benar mematikan. Tak peduli bahwa anda ada di jalur yang benar, dia akan memaksa anda minggir ketika sedang mendahului kendaraan lain.
  • Waspadai truk truk besar, terutama saat mendahului mereka

Sekitar Cicurug, saya menyempatkan diri untuk beristirahat di sebuah Pos Polisi Lalu Lintas. Sambutan ketiga Polisi disana cukup ramah. Bahkan saya di berondong pertanyaan soal komunitas motor dan hobi turing. Hihihi.. Ujung ujungnya, si Pak Polisi ini curhat tentang suka duka pekerjaannya. Mulai dari ketika harus menilang anggota ormas sampai akhirnya rekannya di pukuli dan mengalami gegar otak berat.  Juga ketika harus meng-evakuasi korban kecelakaan yang kadang membuatnya tak nafsu makan hingga berhari-hari. Semangat Pak!

Akhirnya.. saya sampai juga di Baros, Sukabumi, sekitar pukul 10.45. Rasa rindu tak terbendung lagi ketika melihat si Kecil.. hihi.

Setelah cukup beristirahat, sore harinya saya beserta keluarga dan orang tua istri, pergi untuk makan malam.

Day 2

Rumah mertua, tampak sebuah bukit yang namanya saya tidak tahu. Udaranya segar, airnya dingin.

Jalan jalan bersama anak dan istri. Mulai dari ke Selabintana, makan sate kelinci sampai keliling kota untuk menghabiskan sore hari.

Day 3

Istirahat sebentar di Indomaret

Setelah selesai mengatar istri mengurus SKCK dan makan siang, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta setelah sholat Ashar dengan harapan akan tiba di Pamulang pukul 21.00.

Perjalanan pulang terasa lebih berat. Selain karena malam telah tiba, di beberapa titik, macet terjadi karena jam bubaran pabrik. Selain itu, arus lalu lintas pun sama kejamnya dengan ketika saya berangkat ke Sukabumi. Angkutan umum dan alay sekitar menjadi ancaman besar bagi saya.

Akhirnya, saya tiba di Pamulang pukul 20.35. Mandi dan makan malam menjadi pilihan saya ketika tiba di rumah. Namun karena istri dan anak saya tidak ikut saya pulang. Selain karena tidak saya izinkan untuk ikut naik motor dan istri masih ada beberapa urusan lain. Yaaahhh.. rumah saya terasa sepi. Hiks.. (*)

Iklan

5 thoughts on “Turing Kecil Ke Sukabumi Dengan Kewaspadaan Ekstra

  1. modifikasi Thundernya bagus euy…. Proporsional.

    itu gear belakang yg brpa mata?? lbih kecil atau lebih besar dri standar??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s