Apakah Ini Artinya Si Biru harus Pensiun?

Usia sudah bertambah. Beban hidup rasanya semakin berat. Lelah dan stress kini cepat sekali menyerang. Tak hanya itu, jalananpun kini semakin kejam. Tak jarang saya merasa ingin menangis ketika jalanan begitu sesak dengan sepeda motor, mobil dan kendaraan jenis lainnya. Jarak Pamulang ke Kebayoran Lama yang tadinya ditempuh hanya 40 menit, kini ditempuh nyaris 1.5 jam. Kadang rasa pegal dan sakit timbul di lengan kiri, begitu juga paha dan betis. Apakah ini artinya saya sudah tak cocok mengendarai motor ber-kopling manual? Apakah ini artinya Si Biru harus di bebas tugaskan?

Tampang Si Biru, 5 tahun lalu..

Rasanya berat untuk membebas tugaskan Si Biru. Terlebih karena jalinan kasih yang sudah terbentuk antara kami. Tak tega melepaskan dia ke pelukan pria lain. Namun bagaimana lagi? Apakah Saya harus mengambil motor baru tanpa menjual Si Biru? atau ikhlaskan saja Si Biru bercumbu dengan pria lain yang mungkin tak dicintainya?

Memang sudah lama saya naksir Honda Beat karena tampangnya yang tampan namun imut. Atau Suzuki Hayate yang sporty. Namun apakah saya harus membeli motor lagi dan akhirnya menambah sumpek jalanan? atau mencicil lagi yang artinya menambah pengeluaran keluarga? Sungguh dilema…

Ingin rasanya tidak memikirkan dilema ini. Ingin juga rasanya memilih trasportasi publik. Namun apa daya, mahal dan macet mengubur keinginan itu. Saya rasa, dilema saya adalah dilema yang dirasakan oleh banyak orang Jakarta dan sekitarnya. Mengandalkan transportasi publik berarti siap dengan resiko bahwa mobilitas menjadi terbatas. hufff… Entahlah.. Saya rasa trensportasi publik belum bisa menjadi pilihan untuk mobilitas saya. Saya hanya menggunakan transportasi publik ketika bepergian dengan anak dan istri saya. Itu pun dengan jarak yang tak terlalu jauh.

Ada saran?

Iklan

24 thoughts on “Apakah Ini Artinya Si Biru harus Pensiun?

  1. kalo menurut ane, ente mending pertahankan aja apa yang sudah ada, itukan bagian dari kenangan,susah untuk dilupain. kalo ada rejeki yang lebih banyak mending dialokasikan buat tabungan/asuransi buat masa depan si buah hati, bro. jujur, ane juga punya thunder n dipake dikemacetan, hasilnya masih bisa ngimbangin pergerakan motor matic dikemacetan kok .. mungkin aja bisa diakalin dengan mengistirahatkan box belakang biar bisa leluasa dikemacetan.. itu sih saran ane.. πŸ™‚

  2. hai bung igfar,, πŸ˜€ kalau ada rezeki ya beli aja bung namanya jg keperluan,,yg lama ya jual saja, kalau kenangan kan selalu ada di hati nggak akan pernah pergi.. :mrgreen:

  3. emang kalo beli motor satu lagi bisa menuh-menuhin jalanan? kan yang dipake tetep satu, yang satu ditinggal.. kecuali kalo keduanya dinaiki bersamaan, baru tuh menuhin jalanan..

  4. tetapkan hati mas bro. jangan galau, apalagi dilema. silakan jual saja si motor biru, toh dia hanya benda, lalu tebus skutik yang lebih praktis dan ringkas.

  5. ganti skutik aja gan. lebih nyaman gak bikin capek. skutik yang enak handlingnya memang hayate, diameter roda besar dan double shock. tunggu versi injeksinya aja yang lebih irit. sayang nouvo dah discontinue dan air blade gak masuk ke sini.

  6. tetep pada sibiru lebih bijak om, kalau memang ada dana lebih mending investasi .
    toh kondisi jalan gak akan berubah meski kita ganti motor yang lebih kecil.

    saran aja si om, keputusan terserah om. . .

    keep brotherhood,

    salam,

  7. kalo menurut sy, agan mungkin bisa mencari jalan alternatif dr Pamulang-kebayoran lama. kan msh bnyk jalan tikusnya yg menghindari agan dr kemacetan di jalan juanda. misalnya masuk kampung hutan lalu lanjut kekampung sawah sampai gintung ambil lg yg tembus kesekopol dan langsung ke kekabyoran lama deh, eh ga tau jg ya kl agan punya alternatif sndr. nah kayaknya untuk saat ini agan blm perlu mengganti motor selagi motor itu msh enak dipakai dan ga rewel, yg plng penting mengingat harga BBM akan naik, maka kita hrs cermat2 memilih kendaraan yg irit dan kuat, sy yakin disaat jakarta kebanjiran thunder agan ga bakal mogok. karena letak businya diatas. be a smart brad
    putra_raider 125

  8. Menurut ane jgn dijual si biru bro. Ane punya si biru, dan punya jg matic. Tergantung kesukaan aja. Kalau jauh2 ane pake si biru. Kalau kumpul sama teman2 satu komplek ya pake matic. Dan lagian si Matic bisa buat istri antar anak sekolah or belanja.

    • gunakan logika mas bro hak usah terlalu sentimentil walaupun bener ada kenangannya.

      saya pernah jual scorpio hasil keringat saya dah nemenin bolak balik jkt slo bdg slo. tapi memang usia gak bisa bohong. capek bamget naik motor laki di kota besar yang macet. akhirnya saya jual supaya bisa dirawat lebih baik oleh pemilik barunya dan memberikan kegunaan yg lebih baik drpd ikut saya.

      jadilah skarang naik skywave yg sebelumnya banyak nganggur karena lebih sering naik scorpio

  9. jangan dijual bro, nanti kalau dijual malah menyesal, lagian paling laku berapa ? mending beli lagi beat FI murah merah bensin irit…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s