Pita Hitam Untuk Keamanan, Kenyamanan dan Hak Pengguna Jalan di Indonesia


Ini adalalah bentuk protes saya terhadap penegakan hukum lalu lintas di negara kita. Segala macam bentuk perampasan hak pengguna jalan di Indonesia seolah menjadi hal yang biasa. Hukum-pun bagai macan ompong. Dan aparat kadang tak bisa menjadi contoh bijaksana bagi penegakan hukum.

Kasus Xenia maut hanya satu contoh kebobrokan hukum lalu lintas. Bagaimana seorang pengguna narkoba bisa bersliweran di jalan raya dan akhirnya membunuh banyak orang yang berada di trotoar dan halte. Yaitu tempat semestinya bagi para pejalan kaki. Jika di trotoar dan halte saja sudah tak aman bagi pejalan kaki, lalu dimana lagi mereka harus berada?

Tak hanya itu, coba kita buka kasus kasus yang telah lalu. Bagaimana seorang remaja SMU bisa bersliweran dijalan raya, ngebut dan akhirnya celaka dan membunuh penumpang mobilnya yang adalah teman dan sahabatnya sendiri. Bagaimana seorang supir angkutan umum yang ketahuan mabuk saat membawa kendaraan hanya mendapat peringatan dari aparat. Padahal Ia berpotensi menjadi pembunuh seperti Apriani Susanti. Ah.. masih banyak lagi…

Perampasan hak banyak kita temui di jalan raya setiap hari. Perampasan hak pejalan kaki di trotoar dan zebra cross oleh sepeda motor, perampasan hak pengguna TransJakarta oleh kendaraan pribadi, perampasan hak ini oleh itu, dan banyak lagi perampasan perampasan hak yang terus di pelihara oleh masyarakat kita yang tak mampu lagi di benahi, di perbaiki dan di tindak! Apa harus menunggu jatuh korban dulu baru kita turun tangan? 20 orang tewas karena flu burung sudah membuat Pemerintah heboh. Namun ribuan bahkan puluhan ribu orang tewas di jalan raya tak membuat pemerintah bergerak juga!

Lain dari itu, terkadadang aparat juga tidak bisa menjadi contoh bijaksana untuk masyarakat. Banyak sekali oknum aparat yang menunjukkan arogansi, bahwa mereka bisa bertindak semaunya dijalan raya! Padahal, dibalik seragam mereka, mereka memegang penuh tanggung jawab sebagai penegak hukum yang mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat. Tak heran, masyakarat-pun kini tak percaya lagi dengan aparat berbaju cokelat. Bagaimana mau menyapu bersih kotoran, jika sapunya saja sudah tercemar kotoran.

Duka cita saya untuk penegakan hukum di jalan raya Indonesia. Duka cita saya untuk keamanan dan kenyamanan juga hak pengguna jalan di Indonesia.

Silahkan copy gambar diatas jika anda juga melihat hal yang sama dengan saya. Mari kita bersama sama membuat jalan raya di Indonesia lebih aman dan nyaman bagi anak cucu kita kelak. (*)

Iklan

7 thoughts on “Pita Hitam Untuk Keamanan, Kenyamanan dan Hak Pengguna Jalan di Indonesia

  1. Pejalan kaki ?… mereka gak bayar pajak untuk berada di jalan. Justru mobil yang lebih berhak karena mereka yang membayar pajak terbesar. Buat apa bayar pajak mahal-mahal tapi untuk memakai jalan saja mesti ngalah. Yang gak bayar lah wajib untuk ngalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s