Ketika Aturan Lalu Lintas Kita Kembali Di Uji

Apriyani Susanti, pengendara Daihatsu Xenia yang menewaskan 9 orang. Sumber : Jawa Pos National Network

Mungkin apa yang saya tulis hari ini basi untuk sebagian orang. Namun tidak bagi saya yang jujur saja merasa teriris dengan kejadian ini. Betapa tidak, saya melihat video seorang anak yang sedang sakaratul maut oleh perbuatan seorang pengguna narkoba. Sungguh, peristiwa yang memilukan.

Adalah Apriani Susanti, Supir maut yang mengendarai Daihatsu Xenia B2479XI, yang berkendara dalam pengaruh narkoba dan memacu kendaraannya sampai 100  km/jam. Menurut penuturan saksi mata di TKP, mobil Dahatsu Xenia ini melaju kencang dan memang sudah naik ke trotoar dari jauh. Lalu mobil ini menabrak halte bus yang sedang ramai dari samping. Simak kutipannya dari Jawa Pos National Network :

JAKARTA—Penyebab tragedi Xenia sasak trotoar di kawasan Tugu Tani terungkap. Apriyani Susanti, sopir mobil Xenia  yang menewaskan sembilan orang ternyata positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Tes urine dengan tes kit sederhana pada sopir tragedi Tugu Tani Apriyani  Susanti Minggu (22/1) sore awalnya negatif. Namun, penyidik yang curiga tak langsung percaya. Tes ulang dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium yang melibatkan tim dokter RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Hasilnya dalam urine dan darah ditemukan unsur yang bisa membuktikan tersangka mengkonsumsi narkoba,” ujar Direktur Reserse Narkoba (Direskoba) Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji pada koran ini kemarin (23/01). Apriyani menjalani tes ulang sekitar pukul 22.30 Minggu malam. Unsur itu adalah zat metaphetamine yang lazim ditemukan pada ekstasi dan juga sabu-sabu. “Sekarang Apriyani dan tiga rekannya sudah kami jadikan tersangka dalam kasus narkoba,” katanya. [Lanjut]
Jelas sudah, Afriani akan di jerat pasal berlapis. Selain menggunakan narkoba, Ia terbukti tidak membawa STNK dan tidak memiliki SIM. Selain itu Ia-pun juga telah merusak fasilitas umum dan yang terburuk adalah menabrak 13 orang dan menewaskan 9 orang. Diantaranya seorang balita berusia 2.5 tahun. Apa saja pasal yang menjerat Afriani? Coba kita simak :
Pasal 283

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 287

(5) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf g atau Pasal 115 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 288

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 310

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).

(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Wow.. Bukan hukuman yang main main! Namun, apakah para penegak hukum benar benar akan menegakkan aturan sesuai perundang-undangan yang berlaku? Mengingat korban yang jatuh tidaklah sedikit. Selain itu sudah terlalu banyak pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kematian yang akhirnya kasusnya hilang tak berjejak. Masih ingat kasus tewasnya Nur Aisah Siregar dan Astrid, siswi SMA 28 Jakarta ketika menaiki mobil yang di kendarai Muhammad Hadi Wibowo? Apakah ada kabar dari kelanjutan kasus ini?

Yah mudah-mudahan saja, Polisi mampu menegakkan peraturan dengan sebaik-baiknya dan mampu melihat dengan seadil-adilnya dan pelaku benar benar  dijerat oleh aturan yang berlaku. Bukan sekedar membayar denda lalu kasus ini menguap begitu saja. Karena uang seberapa banyak pun tak akan mengobati rasa sakit keluarga dari mereka yang tewas akibat perbuatan pelaku. (*)

Ingin melihat video amatir sesaat setelah kejadian? Namun, bagi yang tidak sanggup melihat video ini, jangan coba-coba untuk membuka video di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s