Di Amerika, Polisi Berani Tindak Polisi. Bagaimana Di Indonesia?

Sumber : DetikOto

Iseng iseng buka DetikOto, saya menemukan sebuah berita yang menarik perhatian saya. Bukan berita baru, cuma pantas untuk menjadi pelajaran.

Florida – Apa jadinya jika seorang polisi ngebut di jalanan tanpa sedang melakukan pengejaran penjahat atau tugas polisi lainnya. Beranikah polisi lain mengejarnya dan menilangnya? Nah polisi yang satu ini berani!

Kejadian unik ini terjadi di Florida AS, dengan sigapnya petugas kepolisian Florida mengejar dan menangkap seorang petugas kepolisian Miami bernama Fausto Lopez karena mengendarai kendaraannya hingga 193 km/jam) seperti dilansir abcnews, Jumat(16/12/2011).

Aksi kejar-kejaran itu berlangsung selama 5 menit, sebelum akhirnya Lopez bisa dihentikan. Lopez langsung minta maaf.

“Saya minta maaf tapi saya dalam perjalanan kerja. Saya tidak tahu Anda memberhentikan saya,” lapor Fausto Lopez kepada rekannya yang kebetulan polwan dari Florida.

“Bagaimana Anda tidak melihat lampu sirine berwarna biru?” jawab sang polwan. “Anda tidak menghargai saya. Anda tidak menghormati orang-orang di sini,” ujar si polwan lagi.

Saat akan diborgol Lopez meminta polwan itu tidak memborgolnya. “Anda tahu? Saat ini Anda seorang penjahat bagi saya,” ujar si Polwan.

Lopez beralasan dirinya tengah berkendara menuju sebuah sekolah tempat dia bekerja sampingan dan dirinya sudah telat sehingga ngebut. Lopez pun kini terkena tuduhan mengemudi dengan ugal-ugalan.

Wah hebat sekali ya? (DetikOto)

Bagaimana di Indonesia? ah, saya rasa hal ini jauh dari kebiasaan kita. Jika sang pelanggar lalu-lintas adalah sesama aparat, cukup ‘sama-sama mengerti’ saja. Apalagi kalau pelanggarnya berpangkat lebih tinggi. Wah, cari masalah itu namanya kalau berani menindak.

Hal ini baru saja terjadi tadi malam ketika saya pulang kerja. Sebuah truk Brimob yang kosong tanpa muatan, asyik melenggang di jalur TransJakarta di Arteri Pondok Indah. Padahal, di perempatan Bungur cukup banyak Polisi Lalu Lintas berjaga. Namun karena mungkin yang lewat adalah teman, cukup senyum saja yang terlempar.

Saya yakin, banyak juga Polisi yang mungkin juga gerah melihat teman-temannya banyak yang melanggar aturan. Namun karena sebuah ‘kebiasaan’ yang mungkin beredar di kalangan aparat, pelanggaran-pelanggaran kecil semacam ini seolah tidak terlihat oleh mereka.

Asyik ya kalau kita berseragam seperti mereka. Bisa seenaknya dijalan.(*)

Iklan

6 thoughts on “Di Amerika, Polisi Berani Tindak Polisi. Bagaimana Di Indonesia?

  1. saya pernah naik bus jur merak kp rambutan, di tol merak dicegat pjr dimintai uang lalu jalan lagi, selang sekitar 20 menit ada mobil yaris yg mepet bus minta minggir. ternyata isinya polisi provost dan polisi pjr yg minta uang. usut punya usut ternyata provost nangkap basah pjr yg minta uang dan minta konfirmasi ke sopir bahwa benar habis dimintai uang sama polisi sebagai bukti untuk nahan pjr yg nakal itu sambil minta maaf dan menjelaskan ke penumpang bus. baru sekali itu pengalaman lihat polisi nangkap polisi

    • wah.. sharing yg bagus tuh mas.. tindakan langka kayak gitu harusnya di publikasikan.. walau provost memang punya kuasa untuk menindak polisi..
      namun kadang di keseharian, kita melihat cerita nyata antara polisi dan polisi (bukan provost)..

      makasih sharenya mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s