Bisakah Polri Belajar dari Tindakan Fausto Lopez?

Potongan Video Penangkapan Polisi Negara Bagian Florida (Sumber : Youtube)

Sudah baca artikel saya tentang Polisi yang menangkap Polisi yang ngebut di Amerika? Memang berita yang saya angkat dari DetikOto tersebut bukanlah berita hangat atau berita besar. Namun bisa menjadi pelajaran berarti bagi kita semua, terutama jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang kita cintai.

Setelah membaca artikel tersebut di DetikOto, saya mencoba mencari video atau berita dari artikel tersebut di Youtube. Benar saja Tindakan tegas Polisi Fausto Lopez sedang menangkap Polisi Miami yang berkendara 120 mph, terekam oleh kamera Polisi dan diupload oleh sesorang bernama  . Silahkan di cek videonya :

Terkesan hanya sebuah rekaman kasus Polisi biasa. Namun coba perhatikan kalimat kalimat yang terlontar dari mulut Petugas Fausto Lopez ketika petugas yang ditangkapnya memohon untuk di lepaskan.

Trooper : Put hands out the windows! Turn around! Turn around! Turn around right now!!

Miami Officer : Oh my God! I cannot believe this! I cannot believe this at all!!

Miami Officer : I apologize, but.. I.. I.. was on my way to an off-duty..

I didn’t know you were stopping me, officer.. I never saw you..

Trooper : How do you not see a car with blue lights in the darks?

Miami Officer : Ma’am, with all.. with all due respect.. I don’t.. I don’t..

Trooper : You don’t respect me, sir.. you don’t respect these people out here..

Miami Officer : I’m sorry Ma’am..

Trooper : You know what you are to me? You are a criminal!

Sang Polwan berkata “..dan anda juga tidak menghargai orang lain”. Ya.. Sang Polwan begitu marah dengan prilaku Polisi arogan tersebut. Mungkin dalam kalimatnya, Ia bermaksud mengatakan bahwa tindakan Polisi semacam itu sangat tidak pantas. Karena Polisi seharusnya menindak pelanggar hukum dan menjadi contoh bijak bagi masyarakat. Bukan malah bertindak seenaknya.Tidak terbayang jika Polisi arogan tersebut celaka. Siapa yang akan jadi korbannya?

Kalimat tersebut bisa menjadi tamparan keras bagi Polisi di Republik ini. Coba kita lihat, berapa banyak prilaku tak pantas, arogan dan tidak menghargai masyarakat yang di lakukan aparat kita? Siapa yang akan menegur mereka?

Sumber : Bennythegreat.wordpress.com

Memang, tak sedikit juga Polisi kita yang berjuang menegakkan aturan yang tegas tanpa pandang bulu. Namun kadang usaha mereka luntur begitu saja oleh prilaku negatif rekannya.

Ada apa dengan aparat kita? sehingga mereka begitu bangga dengan pelanggaran yang mereka lakukan. Sementara rakyat ditindak, mereka petantang-petenteng melakukan pelanggaran. Seharusnya Polri yang kini sedang dalam sorotan negatif masyarakat, bangkit untuk bebenah diri. Bangkit dengan serius tentunya. Dan juga belajar untuk menghargai masyarakat lainnya.

Ada kalimat menarik dari http://ipungefendy.wordpress.com/

Polisi di negara kita memang belum sepenuhnya mengaplikasikan jargon yang diembannya selama ini; mengayomi, melindungi, melayani masyarakat.

Benarkah seperti itu?

Adalagi sebuah pertanyaan besar yang mengisi kepala saya sejak lama. “Mengapa mereka yang menggunakan seragam seringkali berbuat seenaknya?”. Sering saya melihat oknum anggota Brimob berkendara seenaknya dijalan raya. Atau seperti yang baru-baru ini saya lihat, oknum Sat Samapta yang berboncengan dengan pasangannya namun tidak menggunakan helm. Parahnya, sang oknum sedang menggunakan seragam lengkap!

Dan banyak lagi oknum-oknum anggota Polisi lainnya yang melanggar garis putih, melanggar lampu merah, melintasi Busway atau bahkan berkendara di trotoar. Apakah aturan yang mereka tegakkan seperti UU No.22 Tahun 2009 tidak berlaku bagi mereka?

Apa yang terjadi jika pelanggaran itu dilakukan oleh rakyat sipil. Jika sang pelaku bertemu Polisi yang sesungguhnya, pasti ditegur atau dikenakan tilang. Karena memang itu aturannya. Namun bagaimana jika sang pelanggar bertemu “oknum”? Atau bagaimana jika sang pelanggar adalah sesama aparat? Silahkan jawab sendiri.

Ah, sudahlah.. siapapun pelanggarnya, seperti kata Petugas Polisi Fausto Lopez, mereka adalah kriminal. Ya, kriminal yang berseragam.

Untuk itu mari kita sama sama berdoa suatu hari nanti aparat Kepolisian Republik Indonesia akan berubah menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya jargon, melainkan tindakan nyata dan bijak. Karena sesungguhnya kita semua mendambakan pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat yang bijaksana. Dan untuk merealisasikan impian kita, pastinya kita membutuhkan banyak ‘Fausto Lopez’ di tubuh Polri. Amin(*)

Iklan

One thought on “Bisakah Polri Belajar dari Tindakan Fausto Lopez?

  1. memang benar mungkin dikita pola pikir aparat kita masih kabur.. profesional ya g matrealistis ya tidak.. tapi gimana lagi himpitan hidup tidak hanya pada biker umum.. terkadang polisi juga,,, ini berpengaruh secara mental dalam melakukan tugas mulia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s