Peneng Polri dan TNI, Siapa Yang Berhak Menggunakan?

Seperti biasa, pagi ini saya melintasi Pakubuwono untuk mengantar kakak saya yang bekerja di Senayan. Namun pagi ini ada hal yang membuat saya geleng geleng kepala. Yaitu ulah pengguna jalan. 

Kejadiannya berawal di depan CircleK jalan Pakubuwono. Ketika itu seorang Pemulung dengan gerobaknya meminta jalan untuk menyebrang jalan. Saya bersama beberapa motor sudah berhenti untuk mempersilahkan Pemulung tersebut menyebrang. Begitu juga dengan mobil di jalur paling kanan. Tapi berbeda dengan sebuah Honda Jazz berwarna silver yang berada tepat di sebelah saya. Pengendara mobil berknalpot racing ini tidak mau memberi jalan kepada Pemulung tersebut. Ia memepet mobilnya ke Pemulung tersebut hingga nyaris menabraknya. Karena Pemulung tersebut sudah berada tanggung di tengah, akhirnya sang mobil mengalah juga.

Setelah sang Pemulung lewat, sang pengendara sambil menggeber-geber gas mobil nya melanjutkan perjalanan, sampai bertemu sebuah mobil dari arah berlawanan yang hendak berbelok. Sang pengemudi lagi-lagi tak mau memberi jalan dengan meng geber-geber gas-nya. Padahal, posisi mobil yang hendak berbelok sudah kepalang tanggung.

Setelah 2 kejadian ini, barulah saya tersadar bahwa Jazz silver yang bertingkah bak raja jalanan ini ternyata menggunakan peneng Polri di plat nomornya. Kejadian ini membuat saya bertanya, apakah ada syarat khusus agar seseorang bisa menggunakan peneng seperti ini? Apakah anggota Polri itu sendiri, atau keluarganya? atau jangan-jangan hanya tetangga? Karena jujur saja, prilaku pengemudi seperti Honda Jazz diatas tidak mencerminkan prilaku seorang pelayan masyarakat.

Polri hendaknya mengawasi penggunaan peneng semacam ini. Apa lagi penjualan peneng Polri sampai peneng TNI di jual bebas saat ini. Memang, saring kali penjual mengatakan, hanya di jual kepada anggota dan keluarga Anggota Polri/TNI. Namun siapa yang bisa menjamin seorang pembeli adalah anggota/keluarga aparat? Apalagi jual beli dengan cara on-line. Kalau pun begitu, berarti saya boleh donk pakai atribut macam  itu? Paman saya adalah Mayjen di salah satu kesatuan di Angkatan Darat. Haha.. (*)

 

 

Iklan

4 thoughts on “Peneng Polri dan TNI, Siapa Yang Berhak Menggunakan?

  1. peneng dan sticker serta aksesoris lainnya memang ada yg menjual bro…

    tinggal nunggu mereka yg notabene bukan anggota Polri atau TNI yg memakai aksesoris tak resmi tsb ke-gap sama pihak yg berwajib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s