Keberhasilan ATPM, Kegagalan Pemerintah

Ratusan unit tiap hari disebar di Jakarta saja

Pagi ini sesampainya dikantor saya disuguhkan artikel yang ditulis Mas Edo Rusyanto. Artikel ini cukup mengejutkan saya. Dalam artikel tersebut dituliskan bahwa AHM (Astra Honda Motor) berhasil menjual sepeda motornya lebih dari 400.000 unit untuk bulan Oktober 2011 saja.

Bayangkan, pada Oktober 2011, AHM melego 415.281 unit motor. Apa nggak geleng-geleng kepala membacanya. (Edo Rusyanto)

Yak! secara grafik memang kita melihat keberhasilan sebuah perusahaan raksasa bernama AHM. Dari apa yang saya baca, untuk Januari sampai Oktober saja AHM berhasil menjual 3,6 juta unit! AHM berhasil menorehkan namanya sebagai pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia saat ini. Sebuah prestasi yang luar biasa. Memang banyak hal yang mendukung keberhasilan sebuah ATPM di Indonesia. Bisa saja karena kualitas produknya, promosinya, atau hanya sekedar nama besarnya. Tapi jika ditelaah lebih jauh, tahukah anda, mengapa ATPM di Indonesia bisa menjual jutaan unit dalam beberapa bulan saja, sedangkan di negara asalnya penjualan mereka biasa saja?

Jawabannya simpel. Karena pemerintah GAGAL menyelenggarakan transportasi publik yang aman, nyaman dan murah. Karena kegagalan itulah masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi sebagai alat transportasi mereka dengan alasan, lebih murah dan lebih cepat. Ketimbang harus naik bus butut dengan asap hitamnya, belum lagi bau diesel, panas, macet, rawan kejahatan juga rawan kecelakaan.

Rakyat dipaksa naik ini setiap hari

Kegagalan ini terus di pelihara oleh Pemerintah. Dan Pemerintah seakan sedang mencuci otak rakyatanya untuk bergantung kepada produk-produk ATPM. Buktinya? tengok saja, untuk membeli nasi goreng yang cuma berjarak 300 meter kita kadang naik motor kan? Budaya jalan kaki dan budaya naik transportasi umum sudah semakin menghilang dari permukaan bumi Jakarta. Dan penulis sendiri juga merasakan efek dari kegagalan pemerintah ini kepada prilaku diri sendiri.

Selain itu, Pemerintah seakan menutup mata dan telinga mereka akan jeritan rakyat yang tiap hari berjibaku menghadapi kemacetan. Banyak sudah pakar, ahli, LSM yang mengambil kesimpulan bahwa Indonesia, khususnya Jakarta membutuhkan transportasi publik yang memadai untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan ekonomi rakyat. Namun Pemerintah seakan budeg dan buta.. Mereka masih saja ngotot membangun fly over yang cuma akan menjadi lahan macet baru dan membuat Jakarta sumpek!

Impian masyarakat Jakarta. Mimpi itu kini seakan makin jauh.

Tengok Jepang, Penjualan 4 pabrikan sepeda motor raksasa disana biasa saja, kenapa? Karena pemerintah mereka telah berhasil memberikan pelayanan transportasi publik yang memadai. Sehingga rakyatnya lebih memilih naik angkutan umum ketimbang harus membuang uang untuk membeli kendaraan dan merawatnya. Belum lagi bahan bakar dan pajaknya. Jerman? Kandang mobil mewah BMW dan Mercedes Benz? sama saja dengan Jepang!

Inikan Indonesia.. jangan samakan dengan dua negara maju tersebut donk!

TransJakarta , masih jauh dari kata cukup

Lha?  Singapura saja yang merdeka tahun 1965 saja berhasil memberikan transportasi publik yang aman, nyaman dan murah bagi rakyatnya. Bahkan transportasi publik Singapura adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Mengambil kesimpulan dari tulisan saya diatas, bahwa ATPM memang tidak bisa dipersalahkan. Toh mereka berbisnis disini. Salah satu tujuan bisnis adalah meraup sebesar-besarnya keuntungan. Dan salah satu strategi mereka adalah memanfaatkan kegagalan pemerintah.  Namun, pemerintah jelas tidak punya nyali dan keberanian untuk mengubah keadaan ini. Bayangkan, berapa puluh triliun dana yang dikucurkan hanya untuk membangun fly over di Jakarta? Sedangkan jika dana itu di alokasikan untuk membangun transportasi massal, dana itu sudah lebih dari cukup.

Perbandingan penggunaan space jalan jika orang menggunakan mobil, bus dan sepeda

Mengutip dari artikel Mas Benny, inilah hal yang mendukung keberhasilan ATPM menjual produknya di Indonesia

  • Buruknya kondisi dan layanan transportasi public..ini gak usah ditanya lagi. Fakta sudah jelas berbicara.
  • Adanya penundaan 29 rute Kereta Rel Listrik dengan alasan perbaikan sarana listrik. Tragedi ini seolah kurang diberitakan, padahal dampaknya dahsyat. Dengan berhentinya 29 rute KRL ini, maka bukan tidak mungkin penggunanya memilih membeli motor saja.
  • Mudahnya kepemilikan motor. Ya bagaimana gak mudah..hanya dengan 500 ribu s/d 1 juta orang sudah bisa membayar uang muka. Makin moncer tuh penjualan…!!
  • Budaya individualism yang semakin ngetrend, mengalahkan budaya komunal (hidup bersama, naik kendaraan umum bersama).

Masih kah kita mau di bodohi oleh Pemerintah kita sendiri? Apakah mau menunggu ucapan Pak Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan RI, bahwa di tahun 2014 jalanan di Jakarta akan penuh dengan kendaraan dan tidak bergerak, menjadi bukti? Atau kita hanya mau berdiam diri menyerahkan semua masalah ini ‘Pada Ahlinya’? Semua terserah anda. Selamat menikmati buah kesuksesan ATPM dan kegagalan pemerintah. (*)

Selamat menikmati..

Iklan

6 thoughts on “Keberhasilan ATPM, Kegagalan Pemerintah

  1. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pemakai jalan/angkutan umum untuk ikut berusaha membenahi kegagalan `sang ahli` ini? Karena secara logika kita juga menginginkan kenyamanan, pastinya beli mobil/motor pribadi dong dan secara tidak langsung terjerumus lingkaran setan kebokbrokan sitem transportasi Indonesia.

  2. betul sekali apa yg ditulis diatas. seperti contohnya di bali saat ini tingkat kemacetan sudah mulai seperti di jakarta. jumlah kendaraan meningkat terus tidak seimbang dengan infrastruktur jalan. karena tidak ada transportasi publik yg baik, masyarakat terpaksa membeli kendaraan pribadi. tanpa motor sama dengan tidak bisa kemana-mana. angkot hanya ada di jalur2 tertentu saja. bukan hanya masyarakat bali, wisatawan juga mulai banyak yg mengeluh karena kemacetan yg parah di jalur2 wisata…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s