Bukti Kebobrokan Mental Pengguna Jalan di Indonesia : Udah Salah, Masih Ngotot!

Ilustrasi - Manusia seperti inilah yang tiap hari menguji emosi saya. Manusia bermoral rendah.

Kejadian pagi ini benar-benar membuat saya badmood. Bagaimana tidak, pagi yang seharusnya sempurna ini harus di nodai dengan meletusnya emosi saya kepada pengguna motor yang melintasi trotoar. Saya memang sedikit anti dengan pengguna jalan yang melintasi trotoar. Sehingga saya tidak pernah memberikan jalan bagi mereka ketika melintasi trotoar dan masuk kembali ke badan jalan.

Tapi kejadian pagi ini agak berbeda. Berlokasi di jalan Hang Lekir, Kebayoran, sebelum Universitas Moestopo (Beragama). Saat itu macet dan saya berjalan dijalur kiri dengan kecepatan normal, tiba tiba seorang bapak yang mengendarai motor bebek menyalib saya dari torotoar dan menggunting jalur saya. Saya yang sudah menjaga jarak dengan motor di depan saya, kaget dan tak sempat mengerem. Akhirnya tersundulah motor si bapak tersebut.

Namun apa yang terjadi, tiba-tiba si Bapak marah kepada saya, “Kenapa saya ditabrak?” tanyanya dengan nada tinggi. Mendengar pertanyaan itu tersulutlah emosi saya. “Bapak gunting jalur saya!” ucap saya juga dengan nada tinggi. Bapak itu lalu memaksa saya untuk meminggirkan motor saya. Segala caci maki terucap dari mulut nya. Namun maaf, saya sedang memboncengi kakak perempuan saya, sehingga saya tinggalkan Bapak itu.

Setelah saya jalan, saya masih memperhatikan spion saya. Ternyata si Bapak ini mengikuti saya. Sampai ketika saya hendak berputar balik diputaran balik setelah Plaza Senayan, si Bapak gemblung ini menghampiri saya lagi dan menantang saya untuk meminggirkan motor saya. “Maaf pak, saya ga ada waktu meladeni orang seperti bapak” Ucap saya. Konyolnya, diaย  mengepalkan tangannya seperti hendak memukul saya. Wow! Tersulut lagi emosi saya. Namun saya tidak bodoh untuk memukul duluan. “Pukul, Pak!, Pukul kalo berani!” saya hitung tiga kali bapak gemblung itu menggertak saya dengan kepalan tangannya. Maaf saja, jika dia menyentuh tubuh saya, saya tidak ragu-ragu membalasanya dan menyeretnya ke kantor Polisi atas dasar penganiayaan.

Sudah salah, ngotot, ingin menganiaya orang pula! Inilah cerminan bangsa kita ini saat ini. Di balik segala problema yang terjadi di negara ini, orang semakin jauh dari pemahaman benar dan salah. Pengguna jalan kita cenderung lupa akan norma benar dan salah yang di ajarkan orang tua ketika kita kecil. Atau jangan – jangan orang tua mereka tidak pernah mengajarkan? Yang terparah, mereka benar-benar tidak peduli dengan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Saya paham betul, pengendara macam Bapak yang saya ceritakan diatas pasti memiliki attitude yang rendah ketika berkendara. Terbukti dari kelakuannya merampas hak pejalan kaki. Dan saya tahu, Bapak yang saya ceritakan diatas pasti punya anak dan istri yang menunggunya pulang setiap hari. Namun bagaimana jika si Bapak harus celaka di jalan rayaย  karena kelakuannya sendiri? Bagaimana nasib anak-anaknya dan istrinya? Maaf Pak.. Bapak sendiri yang memilih takdir Bapak.. Semoga Tuhan melindungi Bapak saat berkendara. Amin

Pribadi manusia seperti ini tidak sepenuhnya salah individu tersebut. Pemerintah juga memiliki andil dalam membentuk mindset masyarakat. Dengan membiarkan problema jalan raya sepeti penegakan hukum yang tidak kokoh, gagalnya Pemerintah menyediakan transportasi massal, dan banyak lagi kegagalan Pemerintah, membuktikan bahwa Pemerintah memiliki andil juga dalam merusak pola pikir masyarakat dan mindset masyarakat.

Semoga Tuhan selalu melindungi kita selama berkendara.. Amin (*)

Iklan

12 thoughts on “Bukti Kebobrokan Mental Pengguna Jalan di Indonesia : Udah Salah, Masih Ngotot!

  1. owe pernah nge-laxonin bapa2 lagi bonceng bini,anak kecil naek pario pink di daerah kampungNya. pdhl pelan2 eh dia marah, trus owe kasih jari tengah, langsung dia ngamuk ๐Ÿ˜ฏ udah gitu owe minta maap dadahin tapi dia ga terima.. untung owe kaga berenti turun.. akhirnya dia nyablak ngawewew pake bahasa2 hewan n ngatain klo owe chinese.. ๐Ÿ˜†

    sempet panas ni ati pengen ngehajar orang kyk gitu, sekali2 tapi berhubung di kampung Nya n owe mata sipit jadi ngeri ciut juga ni nyali ๐Ÿ˜ณ

    puas juga udah ngeledekin tuh orang ngamuk2 moga2 kena darah tinggi ๐Ÿ˜†
    laen kali owe klaksonin kenceng aja biar kaget ๐Ÿ‘ฟ

  2. Lebih parah lagi ada bapak2 yang nerobos lampu merah di caman daerah jatibening , dan posisi ane kondisi lampu ijo. Tu bapak2 ane jejerin ama motor ane, lgs ane tegur. “pa ga liat apa posisi Bapak lagi lampu merah”. malah dia ngomong ” mang baru tinggal di Jakarta, Ya”. Edannnnnnnn tu bapak2 bukannya mikir malah ngomong kaya gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s