Selamat Jalan Steve…

Pagi ini seperti biasa sebelum berangkat ke kantor, saya menikmati secangkir teh hangat sambil browsing melihat berita melalui VIVAnews. Namun ketika membuka VIVAnews saya dikejutkan oleh sebuah berita duka cita. Idola saya, Steve Jobs, telah meninggal dunia.

VIVAnews – Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya. Kematian Jobs diumumkan Apple dalam pengumuman Rabu malam. Ikon Lembah Silikon ini dikenang atas jasanya menghibur dunia dengan iPod dan iPhone. Agustus lalu, dia baru saja menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook. Jobs yang telah lama bergulat dengan Kanker Pankreas merupakan nyawa dan ruh bagi perusahaan yang menandingi Exxon Mobil sebagai perusahaan paling berharga di Amerika Serikat.

Dukacita mendalam bagi dunia komputer

Berita ini sungguh membuat saya sedih. Bagaimana tidak, Steve Jobs adalah salah satu inspirasi saya untuk bekerja keras dan terus belajar. Ia memberikan contoh bahwa kegagalan seseorang dalam pendidikan bukanlah berarti kegagalan dan kehancuran hidup seseorang. Namun penentu keberhasilan sesorang adalah kemauannya belajar dan mencari tahu. Baginya, kegagalannya menyelesaikan kuliah adalah titik balik dalam hidupnya. Karena begitu Ia keluar dari universitas yang menurutnya telah menghabiskan uang orang tuanya, Ia bisa mengambil kelas di luar kampus yang disukainya.

Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. ( Steve Jobs )

Kini Steve Jobs telah tiada. Namun Ia akan menjadi simbol evolusi teknologi dunia. Steve meninggalkan banyak hal untuk kita jadikan pelajaran. Salah satunya adalah pidatonya di acara wisuda Stanford University, yang mengajarkan kita tentang hidup, cinta dan kematian. Pidato itu ditutup dengan kalimat yang luar biasa yang mengingatkan kita untuk terus bekerja keras dan belajar, “stay hungry, stay foolish“. Walau Steve akhirnya kalah melawan penyakitnya, tapi hatinya tak pernah kalah berperang meraih mimpinya.

If I die tomorrow
I’d be allright
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

Dream Theater – The Spirit Carries On

Selamat jalan Steve… Terimakasih untuk komputer ini dan Toy Story.. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s