Peringatan Bagi Pemimpin [Kompas.com]

Sebelum makan siang, saya menyempatkan membaca beberapa berita di media online. Namun ada satu tulisan yang mencuri perhatian saya di Kompas.com, Senin, [25 Juli 2011 | 03:06 WIB]. Tulisan ini mewakili isi hati saya terhadap negeri ini. Negeri yang yang besar namun dengan kebobrokan di sana-sini.

Peringatan Bagi Pemimpin

Penulis : Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina untuk Kompas.com

Makin hari kegalauan itu tumbuh makin pesat, tetapi berhentilah mengatakan bangsa ini bobrok. Hentikan tudingan bahwa bangsa ini tenggelam. Tidak! Bangsa ini sedang bangkit dan akan makin tinggi berdirinya.

Lihatlah rakyat di sana-sini, bangun sebelum pagi, penuhi pasar rakyat, padati jalan dan kelas, menyongsong kehidupan. Dengan sinar lampu apa adanya mereka coba sinari masa depan sebisanya. Petani, guru, nelayan, pedagang, atau tentara di tepian republik jalani hidup berat penuh tanggung jawab. Di tengah kepulan polusi pekat, rakyat kota menyelempit mencari masa depan. Mereka rebut peluang, jalani segala kesulitan tanpa pidato keprihatinan. Rakyat yang tegar dan tangguh. Denyut geraknya membanggakan.

Kegalauan republik ini bukan bersumber pada rakyat, melainkan pada pengurus negara yang seakan berjalan tanpa target. Deretan agenda penting dan urgen jadi wacana, tetapi tidak kunjung jadi realitas.

Pengurus republik sukses membangun kekesalan kolektif dan menanam bibit pesimisme. Pimpinan kini menuai kekecewaan. Harapan, kepercayaan, pengertian, toleransi, kesabaran, dan permakluman rakyat kepada pemimpin dikuras terus. Apakah dikira stok permakluman itu tanpa batas?

Dengan hormat saya sampaikan: stok itu ada batasnya dan sudah menipis. Semua ingin lihat hasil. Tak mau lagi dengar keluh kesah, tak hendak dengar kata prihatin keluar dari pemimpin. Republik ini perlu pemimpin yang hadir untuk menggelorakan percaya diri, bukan menularkan keprihatinan. Pemimpin tak boleh kirim ratapan, pemimpin harus kirim harapan.

Baca kelanjutan tulisan ini di [SINI]

Semoga tulisan ini dibaca oleh Bapak Presiden SBY yang terhormat dan segenap pejabat Negara penyelenggara negara. (*)

Iklan

2 thoughts on “Peringatan Bagi Pemimpin [Kompas.com]

  1. memang benar rakyat Indonesia mempunyai semboyan hidup adalah perjuangan dengan kerja keras tetapi mohon maaf kalau pejabatnya mempunyai semboyan MUPUNG MASIH ADA KESEMPATAN / JABATAN….pissss deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s