Dosaku Pada Si Biru

Kamis pagi kemarin (10/3), sebelum berangkat kerja, saat memanaskan mesin si Biru, saya menyempatkan untuk menyemprot chain lube pada rantainya. Saya memang selalu rutin menyemprotkan chain lube pada rantai si Biru untuk melindunginya dari karat dan memperlama usia pakai. Walau memang, saya berencana untuk mampir ke bengkel siang ini. Saya berniat mengganti chain kit si Biru yang sudah mulai aus.

Namun ketika saya mulai berjalan sekitar 1 km, saya merasakan ada yang salah dengan rantai si Biru. Saya coba cek, ternyata setelan rantainya kendor. Pantes saja, saya mendengar suara kecrek kecrek. Pasalnya, setelah dilumasi dengan chain lube, rantai yang tadinya mungkin sudah agak kendor, menjadi lemas oleh baluran chain lube. Dan akhirnya menjadi semakin kendor.

Karena saya memang sudah berencana untuk ke bengkel dekat kantor, akhirnya saya paksa Biru untuk terus melaju dengan kecepatan normal. Tapi apa yang terjadi, sesampai dikantor saya disuguhi pekerjaan yang menumpuk dan akhirnya saya lupa untuk mampir ke bengkel. Alhasil, Biru saya paksa lagi untuk menempuh perjalanan pulang kurang lebih 1.5 jam dengan rantai kendor.

Sesampai dirumah, saya coba memeriksa dan mengencangkan rantai agar besok Biru masih bisa dipakai ke kantor dan mengganti gir dan rantainya di bengkel langganan saya dekat kantor. Namun, apa yang terjadi, ketika rantai sudah sedikit saya kencangkan, ada satu mata rantai yang membuat saya terkejut. Rantai ini patah di salah satu sisinya!

Saya tidak membayangkan, ternyata Biru harus menempuh jarak hampir 80 km dengan salah satu mata rantai patah di satu sisinya. Permintaan maafpun terucap untuk Biru. Tak terbayangkan jika Biru mengalamai putus rantai di tengah jalan. Terutama ditengah pedalaman Legok yang gelap gulita, dan nyaris tidak ada bengkel. Terimakasih Biru.

Pagi harinya, dengan diawali ucapan maaf untuk Biru, saya terpaksa menungganginya lagi untuk mencari bengkel terdekat. Terus terang saja, bengkel agak sulit ditemui di pedalaman Legok. Dengan kecepatan ekstra pelan, setelah berjalan hampir 1 km, akhirnya saya menemukan bengkel motor yang cukup besar.

Sesampainya disana saya langsung meminta mekaniknya untuk mengganti chain kit-nya dengan parts asli Suzuki. Yaitu, Indoparts. Karena sudah sejak lama saya mempercayai urusan parts kepada SGP (Suzuki Genuine Parts) dan Indoparts.

Akhirnya, setelah mekanik selesai mempreteli seluruh kaki belakang Biru, terpasanglah kini chain kit yang baru. Dan Biru-pun siap melenggang di jalanan dengan lincah.

Namun ini pelajaran berarti bagi saya. Legok, dengan rute jalan dan kualitas jalanan yang hancur lebur ( baca juga : Berpetualang Setiap Hari bagian Satu dan Dua), ternyata memperpendek umur pakai chain kit saya. Gir dan rantai menjadi cepat aus. Padahal, chain kit ini baru saja saya ganti sekitar 4 bulan lalu. Padahal, dulu saat saya tinggal di Pamulang, umur pakai chain kit saya yang juga Indoparts, bisa sampai 9 bulan. Hoho.. ternyata banyaknya lubang di jalan tidak saja berpengaruh kepada kendali komstir, tapi juga chain kit. Baru tahu saya.. inilah yang namanya pengalaman…… Hehehehehe

Maaf ya Biru…. (*)

Iklan

15 thoughts on “Dosaku Pada Si Biru

  1. rante kendor bisa jadi krn. karet sprocket udah aus. seperti yg terjadi pada motor owe.. knp bisa aus ? ya karena pemakaian, umur. kalo semakin berat beban akan makin mempercepat ausnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s