Motor Untuk Orang atau Barang?

Motor roda 3 untuk bisnis

Sepeda motor, pada dasarnya adalah kendaraan untuk mengangkut maksimal 2 orang. Dan biasanya di gunakan untuk jarak pendek. Namun tak sedikit yang menggunakannya untuk jarak jauh seperti turing ke luar kota. Bahkan ada yang sampai mengelilingi dunia.

Tapi, bagaimana jika motor di gunakan untuk alat angkut barang? “Loh, kan ada motor roda 3 yang memang untuk mengangkut barang?”. Bukan, yang saya maksud motor roda 2 standar yang di gunakan untuk mengangkut barang. Kalo motor yang roda tiga itu memang di buat khusus mengangkut barang. Biasanya digunakan untuk bisnis. Seperti, mengangkut air mineral galon, gas bahkan ada yang digunakan untuk mengangkut sampah.

Motor roda tiga pengangkut sampah

Tetapi, tidak sedikit pebisnis yang masih menggunakan sepeda motor roda dua untuk mengangkut barang. Alasannya, motor roda dua lebih praktis di bandingkan dengan roda tiga yang jika dihadapkan di kondisi macet akan sulit bergerak. Tak hanya pebisnis, kita-pun sebagai pengguna motor untuk kehidupan sehari-hari (mungkin) kadang di hadapkan pada masalah ini. Terutama kita yang tidak memiliki mobil.

Namun, bagaimana jika dihubungkan dengan keselamatan berkendara? Tentu saja berbahaya. Karena bobot barang berlebih bisa mengganggu keseimbangan motor untuk berjalan. Tak hanya itu, barang yang kita bawa-pun juga bisa membahayakan orang lain.

Sedikit kutipan dari Undang-undang No. 22 Tahun 2009, Bab X, Tentang Angkutan, Bagian Kesatu Angkutan Orang dan Barang. Pasal 137, ayat 3 :

Angkutan barang dengan Kendaraan Bermotor wajib menggunakan mobil barang.

Sudah jelas, semua telah diatur oleh undang-undang. Namun masih banyak orang, baik itu pengusaha ataupun perseorangan yang (mungkin) melanggarnya. Tapi , kadang semua itu dibenturkan oleh kondisi tertentu.

Misalnya, Bapak A yang harus mengangkut televisi ke rumah kontrakan barunya. Sedangkan dia tidak memiliki mobil. Kalaupun harus menyewa mobil barang, itu-pun sekitar Rp 200.000,- untuk sekali jalan.

Agak susah ya jika kita melihat kenyataan yang ada di masyarakat. Tapi ini seharusnya tidak terjadi di lingkup bisnis. Seharusnya pengusaha sudah memiliki mobil barang untuk mengangkut barang. “Tapi bagaimana jika modal saya kecil dan belum bisa membeli sebuah mobil barang? masa saya korbankan bisnis saya hanya karena Undang-Undang?” Ucap teman saya yang sedang merintis bisnis. Nah lo… Makin bingung saya..

Tapi saya juga pernah mengalami kondisi seperti itu kok. Walau mungkin saya agak membela diri, barang bawaan saya masih dalam bobot wajar. Hohoho.. (ngeles..).

Si Biru mengangkut iMac dan Wacom Intuos3

Bagaimana menurut anda? Hehehe (*)

 

Iklan

One thought on “Motor Untuk Orang atau Barang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s