Lagi, Pembunuhan di Jalan Raya.

Makam Alm. Melanie Parmawatie (Foto : Joan Aviantara)

Tulisan ini bukan bermaksud membuka luka atau membuat kita terus larut dalam duka. Tetapi, kepergian Sist Melanie hari minggu lalu (06/02/11) membuat saya semakin geram melihat prilaku biadab pengguna jalan kita.

Sist Melanie yang saat itu menjadi boncenger dalam iring-iringan turing Milyst (Mailing List Yamaha Scorpio) meninggal dunia di RS Hasan Sadikin, Bandung, setelah motor yang dinaikinya di hajar oleh sebuah sepeda motor matic yang dikendarai oleh alay jalanan.

Sepeda motor yang di naiki ABG itu melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi dan menghajar sebuah gundukan tanah. Spontan, motor langsung hilang kendali dan terlempar ke arah Sist Melanie yang berada di barisan ke 3 dari 7 motor total rombongan.

Sist Melanie langsung hilang kesadaran dan di bawa ke RS Purwakarta, namun untuk penanganan intensif, Sist Melanie dilarikan lagi ke RS Hasan Sadikin. Sempat koma, namun Tuhan berkehendak lain, nyawanya tak bisa tertolong.

Jujur, berita duka dan informasi ini membuat saya semakin geram plus semakin takut jika berkendara di jalan. Pasalnya, yang di alami Sist Melanie, juga beberapa kali hampir terjadi pada saya. Mulai dari nyaris tertabrak dari arah berlawanan oleh alay bermotor yang mendahului kendaraan lain, atau nyaris tersenggol oleh mereka yang menggunting jalur saya.

Prilaku bar-bar pengguna jalan macam ini sudah jelas sangat membahayakan pengguna jalan lain. Karena bukan saja membahayakan, tapi mereka juga jelas jelas bisa membunuh orang lain. Dan apa yang saya sering katakan tentang calon pembunuh yang sering berkeliaran dijalan, terbukti.

Namun terkadang saya tidak kuasa menghadapi pengendara seperti ini karena banyak faktor. Salah satunya adalah karena mereka AKAMSI.. atau jika diartikan adalah anak kampung sini.. Istri atasan dari istri saya pernah mengalami ini. Tersenggol oleh alay kampung, jatuh dan terluka lecet-lecet, malah di tuntut ganti rugi oleh alay kampung itu. Tak hanya alay tersebut yang ada disitu, teman-temannya juga mengerumuni TKP. What the f***!!

Apakah sedemikian buruknya mindset sebagian pengguna jalan di bangsa ini sampai tak takut mati? atau apakah mereka tak memiliki hati nurani untuk sedikit berhati-hati agar tidak mengorbankan orang lain.

Butuh lebih dari sekedar membuat undang-undang untuk mengatasi pengguna jalan seperti ini. Butuh penindakan keras untuk menangani pengguna jalan yang membahayakan orang lain. Kalau kita lihat di TV cable, di US, berkendara membahayakan orang lain saja bisa di penjara sampai 3 bulan atau lebih. Apa lagi kalau menghilangkan nyawa orang lain?

Namun ini lah realita bangsa ini. “Di kampung saya, saya kuat! tak peduli benar atau salah, yang penting ini kampung saya!” Sering kali penegakkan hukum oleh aparat-pun terbentur realita ini.

Alay bermotor

Contohnya, di Legok tempat saya tinggal, sebuah truk melindas motor beserta pengemudinya. Padahal sudah jelas, motor ini mendahului truk ini tanpa memperhitungkan kecepatan kendaraan dari arah berlawanan. Maka tersenggolah motor ini oleh truk dari arah berlawanan dan akhirnya masuk ke kolong truk dari arah yang sama. Anda pasti tau cerita selanjutnya. Ya, Remuk.. dan pengendaranya tewas mengenaskan. Tapi ketika Polisi datang ke TKP, tebak, siapa yang disalahkan oleh warga sekitar? truk tersebut. Bahkan truk tersebut nyaris di bakar massa dan akhirnya Polisi menahan supir beserta truknya.

Faktor lainnya yang membuat saya males (tepatnya NAJIS) untuk memperingatkan mereka adalah karena orang-orang seperti ini jelas ber-IQ rendah! Saaangat rendah! Kenapa? Karena sering sekali saya nyaris celaka karena ulah mereka, kemudian saya memperingatkan mereka dengan baik-baik, malah mereka yang lebih galak. Bahkan ada yang nyaris memukul saya.

Faktor lain yang tak kalah konyol adalah, mereka adalah alay. Yang mencari eksistensi dengan cara yang bodoh. Bahkan sampai membuat mereka kehilangan akal sehat dan berkendara seperti setan. Tanpa memperdulikan yang lain.

Apa penyebabnya? Pertama, kemungkinan besar mereka ingin tampak keren. Kedua, mungkin mereka termakan iklan. Karena saya lihat, iklan-iklan motor di Indonesia, banyak yang menyesatkan. Yang ‘ompong’ ngebut di hutanlah.., yang bajunya sobek-sobek lah.., yang seruntulan dijalan lah.. kacau..

Ini jelas menjadi PR untuk penegak hukum di jalan raya. Penindakan hukum kita tak menimbulkan efek jera. Pelaku kebut-kebutan hanya di tindak dengan menyita kendaraannya. Lah? kenapa tak penjara sekalian orangnya? Tetapi prilaku tak disiplin seringkali di selesaikan dengan jalan ‘damai’. Pantes…. Gimana mau nyapu bersih kalau sapunya saja kotor.

Contoh calon pembunuh jalanan

Tak ada yang bisa saya lakukan untuk masalah ini. Yang pasti, kepergian Sist Melanie memberikan banyak pelajaran bagi kita semua. HATI-HATI. Tak ada salahnya ekstra waspada ketika kita berada di jalan.

Sedikit tips bagi anda para pengendara motor. Lebih tepatnya, saya mengingatkan :

  • Jangan lupa berdoa. Hidup dan mati kita adalah kehendak-Nya.
  • Gunakanlah perlengkapan berkendara yang aman. Seperti helm dan sarung tangan.
  • Jangan menggunakan sendal saat berkendara apa lagi celana pendek. Apa salahnya sedikit repot dari pada resiko yang akan anda terima jika mengalami kecelakaan.
  • Bersabarlah saat berkendara. Ngebut tidak akan membuat anda cepat sampai di tujuan. Yang ada malah mempercepat kematian anda.
  • Perhatikan aturan dijalan. Jangan sekali-kali menantang aturan. Itu sama saja menantang maut. Aturan di buat agar jalan raya menjadi aman dan nyaman untuk berkendara.
  • Pahami, bukan anda saja yang mempunyai kepentingan dijalan raya. Semua orang memiliki kepentingannya masing-masing di jalan raya. Hargailah!
  • Ingat keluarga. Saat anda ngebut atau mulai ugal-ugalan, ingatlah, ada keluarga yang menanti kepulangan anda di rumah. Entah istri, anak atau orang tua kita.

Mungkin itu saja yang bisa saya share kepada anda. Agar kejadian mengenaskan tidak terulang lagi di jalan raya. Mari jadikan jalan raya sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk anak cucu kita kelak.

Dan semoga pihak ATPM-pun mampu melihat ini dengan jeli. Tak hanya kepentingan untuk mencapai keuntungan yang diutamakan, tetapi, bagaimana mendidik masyarakat melalui iklan. Jangan  terus-terusan membodohi masyarakat dengan iklan-iklan yang tidak mendidik.

Begitu juga dengan aparat terkait. Undang-undang saja tidak cukup untuk mengatasi masalah kedisiplinan. Tindakan tegas yang ber-efek jera-lah yang bisa membuat masyarakat tunduk pada hukum.

Huff.. Semoga saja…

Iklan

11 thoughts on “Lagi, Pembunuhan di Jalan Raya.

  1. Kok ga ada link like this nya ya,mau ngasih jempol nih..
    ya udah taro sini aja deh..

    LIKE THIS!!!
    TEN THUMBS UP!!!

  2. dulu owe juga pernah kos di tangerang.. wah rata2 disana ampir sebagian besar klo naek motor ga pernah pake helm apalagi yg namanya anak muda kampung alias ALAY. (tangerang polisinya masih jarang paling di jalan2 protokol/utama itu pun keitung)

    klo lagi jalan naek motor ga perduli mau rame / sepi maunya ngebut melulu maen sulap salip putang potong seenaknya. makin malem makin parah ngebutnya biasanya motor alay itu motor bebek tua/jelek yg di trondolin pake snalpot bolong suaranya kenceng berisik buanget tapi ga ada larinya.. 😆

    mari qita berdo’a supaya para alay tersebut pada banyak yg kecelakaan 😆 supaya pada tau diri..

  3. gak bisa lebih setuju lagi, gmana ya caranya supaya beres?
    saya senang naik motor, tapi naik motor udah ga menyenangkan lagi…..
    trus apa lagi yang bikin senang ya?hahhhhhhhhh…..

  4. agan agan sebenarna wacananya hampir sama tuh, memang klo mao rinci harus gw jlasin apa yg ada di otak gw slm ini …klo gw liat sekarang di lingkungan sekitar rumah gw tiap hari suara kebisingan trus bergemuruh seolah ga ada lampoe merah, dengan alasan jalan umum.. klo di pikir 2 memang dampaknya banyak, di antaranya susah berkonsentrasi kaya ga ada ketenangan dan depresi mengancam dopamin tersandra… tapi gmn jg kudu gw sabar ambil fositipnya aja … trims

  5. masalah nya perbandingan alay dengan orang sadar besaran alay nya. Bukan hanya alay berkendaraan, tapi General Alay(ing). jadi emang dasar di dalam dirinya udah alay so’ tontonan nya, pola pikirnya, cara bicaranya, semuanya deh!!! pemerintah nya juga, segala briptu norman lah diurusin, yang di somalia ituuuuuuuuu udah gak jelas antara hidup atau mati, mereka warga Indonesia kok gak buru2 di selamatkan….

    semangat terus buat bang igfar untuk blog nya!!!! biar generasi berikutnya sadar akan virus alay.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s