Memaknai Cinta

Kali ini saya ingin coba berbicara tentang cinta. Cinta? Biker kok ngomongin cinta? hahaha.. Kita hidup kan dengan cinta. Tanpa cinta, kita pasti tidak akan bertahan di dunia ini. Cinta yang saya maksud bukan hanya kepada kekasih, istri atau keluarga. Tapi juga kepada lingkungan, alam, bahkan Tuhan yang menciptakan kita.

Ketika saya bertanya dengan beberapa sahabat tentang definisi cinta, rata rata mereka menjawab cinta adalah kejujuran, cinta adalah kesetiaan, cinta adalah tentang memberi tanpa berharap kembali, cinta adalah itu, cinta adalah ini. Semua jawaban itu benar. Namun saya mencoba mengerucutkannya ke dalam dua point.

Setelah apa yang saya baca dan pelajari. Cinta saya definisikan dalam dua hal. Yaitu Ikhlas dan Syukur. Semua definisi cinta yang rata rata orang sebutkan, masuk dalam point tersebut. Baik itu, kesetiaan, loyalitas, kejujuran dan apapun itu harus didasari dengan ikhlas. Ikhlaspun bukan lah hal yang mudah tanpa di barengi oleh rasa syukur. Terutama atas rasa syukur pada Tuhan atas segara karunianya. Baik itu istri yang cantik, anak yang manis, rezeki yang cukup, sampai nafas kita tiap detiknya.

Saat kita mencintai seorang wanita, apakah kita ikhlas memberikan segalanya untuk dia? bukan ihklas untuk mendapatkan sekedar cintanya. Tapi ikhlas mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Esa. Apakah kita mampu bersyukur dengan segala usaha kita? hal ini cenderung berat kita pahami dan jalani. karena rata rata manusia bertindak dengan egoisme-nya.

Begitu juga dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Beribadah-pun harus didasari keikhlasan berserah diri pada Sang Pencipta. Jujur saja, ini mungkin hal tersulit dari diri kita. Apalagi bersyukur dengan hidup kita saat ini.

Percayalah, apapun yang kita lakukan, baik itu cinta pada manusia, alam atau Tuhan, jika didasari rasa ikhlas dan syukur yang luar biasa. Maka niscaya Tuhan akan memberikan kemudahan untuk kita.

Namun, jangan salah mengartikan ikhlas dan syukur. Terkadang orang dengan mudahnya mengucapkan ‘ikhlas’ namun di dalam hatinya emosi begitu meledak ledak. Terus, ikhlas yang bagaimana? Menurut saya, ikhlas adalah perasaan nyaman luar biasa, perasaan dimana kita mampu berserah kepada-Nya. Ketika masalah mendatangi kita dan kita bersedia mengikhlaskan perasaan kita terhadap masalah tersebut, maka Tuhan akan memberikan jawaban untuk kita.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. 65:2-4)

Pengalaman pribadi saya beberapa tahun lalu saat saya kehilangan sesorang yang saya cintai. Sakit pasti terasa di dalam hati manusia jika mengalami hal yang sama. Namun saya berusaha bangkit untuk mengikhlaskan semua dan menyerahkan semua pada Tuhan Sang Pencipta. Tak lupa dalam setiap sujud saya selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan untuk saya. Termasuk nafas dan aliran darah saya.

Saya pun kembali ke rutinitas saya. Bekerja, main, nongkrong. Bohong jika saya bilang sakit hati saya sudah hilang. Namun sakit yang saya rasa itu tidak saya buang. Tapi saya nikmati segala sakit itu. Ketika rindu datang, saya tidak menyiksa diri saya untuk membuang jauh jauh pikiran itu. Ketika kenangan itu datang, saya selalu tersenyum dan mengucap syukur dalam hati. Bersyukur bahwa Tuhan pernah memberikan kenangan kenangan manis dalam hidup saya. Begitu juga saat sang ‘mantan’ kekasih menghubungi saya. Saya tidak pernah me-reject atau tidak menjawab panggilannya di HP saya. Selalu saya jawab dan ladeni dia untuk share. Termasuk sharing tentang pacar barunya. Saya lakukan dengan ikhlas sebagai teman, sahabat atau apapun itu. Dan saya bersyukur dia masih mempercayai saya untuk menjadi teman curhatnya. Saya percaya, semakin saya menghindari suatu masalah, rasa sakit akan semakin dalam.

Tuhan berkata lain saat saya sudah bisa menerima keadaan. Tuhan memberikan lagi kesempatan yang dulu sempat hilang. Dengan ikhlas dan bersyukur saya menerima kesempatan itu. Dan luar biasanya lagi, saya bersyukur atas kegagalan yang sempat saya jalani. Karena tanpa menjalani masa masa seperti itu, mungkin saat ini saya tidak akan pernah dewasa untuk menjadi manusia seutuhnya.

Alhamdullilah, wanita yang sempat pergi dari kehidupan saya, kini sudah menjadi istri saya. Dan sujud syukur saya pada Tuhan, dia kini sedang mengandung 4 bulan. Benih dari keikhlasan dan syukur kami.

Saya sedikit prihatin dengan beberapa pendapat orang tentang cinta. Salah satunya ada yang menganggap cinta itu omong kosong. Love is bullshit-lah.. ini lah itu lah.. Apakah mereka benar benar hidup tanpa cinta? saya meragukan itu. Bagaimana dengan orang tua yang mencintainya? sahabat? teman? atau Tuhan yang memberinya darah, dan nafas? memang ada kondisi dimana sesorang kehilangan kasih orang tua, entah sibuk atau bercerai. Namun yang terkadang kita lupakan adalah rasa syukur pada Tuhan atas cinta-Nya. Cinta yang memberikan kita kesempatan hidup lebih lama.

Pernyataan lain yang benar benar saya tentang adalah yang sering saya dengar dari orang orang tentang pernikahan. “Hari gini nikah modal cinta? Mau dikasi makan apa anak orang?”. Ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Untuk saya, menikah jelas bermodalkan cinta. Karena cintalah yang membuat sesorang mau bekerja keras untuk mereka yang dicintai. Baik istri, anak atau keluarga lainnya. Tanpa cinta yang didasari ikhlas dan syukur, apakah seorang ayah mau bekerja keras untuk menafkahi keluarganya? TIDAK! Uang, rezeki atau apapun itu, akan datang dengan sendirinya jika kita memang sudah saatnya untuk menerima. Percayalah.

Jika Ikhlas Sudah Menjadi kebiasaan, jangan heran kalau hidup menjadi penuh kedamaian dan kasih sayang, juga kemudahan dan berbagai kejaiban. (Erbe Sentanu, Penulis buku Best Seller, Quantum Ikhlas.)

Inilah sedikit share saya tentang cinta. Saat ini-pun saya masih terus belajar dan belajar tentang memaknai cinta. Karena cinta yang membuat saya bertahan hidup hingga sekarang. Terimakasih Tuhan, Kau berikan aku cinta dan kebahagiaan. Dan semoga cinta kasih selalu bersama kita semua.

Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s