Pelanggar Lalu Lintas Berseragam

Akhirnya, tanpa sebuah penantian panjang setelah postingan saya kemarin. Saya mendapatkan pelangar lalu lintas yang dilakukan oleh aparat berseragam. Tanpa malu dan terang terangan, bapak berseragam ini melawan arah di jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tak tanggung tanggung, sampai 2 kali beliau melawan arah, di jalur yang sama, dan didepan banyak masyarakat.

Pelanggar Berseragam

Pelanggar Berseragam

Begini kisahnya, setelah saya pergi makan siang dengan sahabat saya, saya berjalan kaki melintasi trotoar di pinggir perempatan Kebayoran Lama. Dikejauhan, saya melihat sebuah Metro Mini sedang diberhentikan oleh seorang POLISI Lalu Lintas (Gambar 1). Mungkin ini memang kesalahan sang supir yang suka ngetem sembarangan. Tapi, setelah menjalankan tugas, Bapak POLISI ini dengan PD-nya berbalik arah ditempat yang bukan jalurnya (Gambar 2). Ketika saya sedang membeli rokok, saya melihat lagi, POLISI yang sama sudah mendapatkan seorang pelanggar lalu lintas (Gambar 3). Setelah selesai mejalankan tugas mulia, tanpa malu bapak POLISI ini kembali melawan arah untuk kedua kalinya.

Postingan saya ini bukan untuk menjatuhkan kredibilitas POLISI. Tapi ini sebuah hal konyol. Seorang pelanggar lalu lintas, menilang pelanggar lalu lintas lainnya. Dan parahnya, kejadian ini tidak jauh dari spanduk Operasi Citra Pelayanan Polisi yang notabene digalakan untuk memperbaiki citra Polisi yang dipandang buruk oleh sebagian masyarakat.

ocpp

Inilah kenyataan di Republik ini. Seorang aparat yang berwenang, bisa terang terangan melanggar aturan yang mereka tegakkan. Bagaimana mau menyapu bersih, kalau sapunya saja kotor.

Iklan

4 thoughts on “Pelanggar Lalu Lintas Berseragam

  1. Sob,, setuju gw. Slogan tinggal Slogan, aplikasinya NOL BESAR. Tapi apa yah yang bisa kita perbuat? karena akan menjadi mentah dan percuma saja klo kita gak ada pergerakan…

  2. kalo kata orang-orang di kantor gw:
    “begitu tuh, negara kalian, negara aneh”

    kalo kata bang kumis:
    “tata tertib lalin ? serahkan saja pada ahlinya?”

    🙂

  3. saya lebih suka kalau yang menyogok saja ditindaki.
    yang disogok khan bisa dipecat !
    kalau harus dua-duanya mereka bersepakat kok. atau ada yang menindas.
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s