Menegor POLISI, boleh tidak?

Awalnya saya sangat mendukung POLISI untuk menertibkan jalan raya. Setiap ada pelaku pelanggaran lalu lintas yang ditilang karena kesalahannya, saya dalam hati selalu mengucap “mang enak, makanya……….. susah amat sih disuruh disiplin doank..”.

Tapi beberapa bulan ini saya agak risih dengan pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh bapak bapak dari Kepolisian yang terhormat. Beberapa kali saya melihat pelanggaran Pak Polisi terang terangan dilakukan dijalanan.

polisi egois

Pertama, di fly over Ciputat. Bapak Polisi dengan gagahnya mengendarai bebeknya tanpa Helm. Spontan, saya pepet dia (hehehe.. seperti BM yang mau menangkap pelaku pelanggaran lalu lintas) dan bertanya “Helmnya mana pak??” dan saya tinggal saja dia..

Kedua, di depan Polsek Ciputat. Di depan Polsek loh..  Dua aparat terhormat ini berboncengan. Dan sang boncengers tidak pakai Helm. Seperti biasa, mulut iseng saya keluar “Helmnya mana pak??”. Begitu saya tinggal, dikejauhan terdengar suara makian.. namun saya terus saja jalan. Maaf, bukannya takut dikejar dan dimarahi Pak Polisi karena menegor dia, tapi saya lebih takut dengan bos saya dikantor.

Ketiga, ini lebih parah. Aparat POLISI Lalu lintas yang berboncengan, lengkap dengan sepatu bootnya, rompi kuning, stick lamp dan motor trail berlogo Polisi Lalu Lintas. Sang boncenger tidak pakai Helm!! Padahal, saya ingat sekali dulu saat saya masih SMA, uhmm… 5-6 tahun lalu, saya pernah ditangkap disitu karena tidak pakai helm. Niat awal saya ingin memepet polisi tersebut dan menegornya harus saya urungkan, karena didepan saya ada mobil dan saya harus ambil jalur kanan. Dan didepan pun harus belok kanan.

Kalau pengguna jalan melanggar lalu lintas dan di tangkap Polisi, itu biasa. Tapi kalau Pak POLISI yang melanggar, siapa yang menegor? Apa hukumannya? Jujur saja saya muak dengan tingkah mereka! Pengen sekali dalam hati saya untuk menyetop mereka dan “menasehati’ mereka.. “Pak.. Bapak tau ga sih.. Bapak itu aparat negara.. seharusnya Bapak menjadi contoh.. bukannya malah seenaknya dijalan.. Rakyat ditilang.. Bapak malah seenaknya.. bla..bla..bla..”. Sebel..

Sebenernya boleh ga sih kita negor mereka?

*Saya belum punya foto foto dari pelanggaran Polisi tersebut. Foto yang saya Up Load adalah dari maludonk.com. Nanti kalo udah punya foto benerannya, saya akan up load disini.

Iklan

One thought on “Menegor POLISI, boleh tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s