Siapa sangka, Singapura, negara yang terkenal dengan kedisiplinannya ternyata juga memiliki pelanggar lalu lintas. Memang bukan motor bebek, tetapi sebuah Ferrari 559 GTO. Mobil mewah tersebut menerobos lampu merah dengan kecepatan sangat tinggi, dan menabrak sebuah taxi dan sepeda motor. Kejadian ini terjadi 12 Mei 2012 yang lalu.
Video yang diunggah di Youtube tersebut diambil dari kamera dari sebuah taxi yang selamat dan diberikan oleh sopir taksi tersebut. Ia selamat hanya karena dia tidak segera menginjak gas ketika lampu berubah menjadi hijau.
3 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi Ferrari, Ma Chi, 31, tewas seketika di tempat kejadian. Cheng, supir taxi berusia 52 tahun tewas keesokan harinya di RS Tan Tock Seng. Ia adalah pencari nafkah tunggal di keluarganya. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Penumpang taksi, seorang wanita warga negara Jepang di usia 20-an, meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit hanya beberapa jam setelah kecelakaan terjadi.
Pengendara sepeda motor, Muhammad Najib Ghazali, 26, dirawat di rumah sakit dengan cedera tulang belakang sedangkan penumpang Ferrari perempuan di usia 20-an dirawat di rumah sakit dengan cedera kepala. Keduanya dilaporkan berada dalam kondisi stabil.
Setelah membaik, Muhammad Najib mengunjungi keluarga Cheng dan mengatakan kepada salah satu media lokal di Singapura bahwa sejak kecelakaan itu, tidak ada dari keluarga pengemudi Ferrari tersebut datang dan meminta maaf kepada keluarga almarhum Cheng.
Sungguh, ini adalah sebuah tragedi yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Saya yang membaca berita ini sedikit merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga Mr. Cheng. Entah bagaimana mereka melanjutkan hidup nantinya tanpa Mr. Cheng yang menjadi tulang punggung keluarga.
Sumber berita dan foto : http://singaporeseen.stomp.com.sg/

















turut berduka
Miris.. Turut berduka
parah banget dah, mabok kali tuh orang
Dipikirnya itu jalan sirkuit maranello apa. Gila tu. Turut berduka buat korban musibah.
kalo di singapure atau “negara yang otaknya jalan” pelanggaran dan denda paling mahal adalah “melanggar lampu lalu lintas” kalo disini itu pelanggaran paling murah baik denda ato damai
disini kadang gratis mbah.. ga pake damai2an.. ahahaha
hem…apalagi di Indonesia ya, makanya kalo udah lampu kuning mending diem dulu tungguin sampe ijo, baru jalan, biarin diklakson2, yang penting selamet.
Soalnya pas waktu itulah, beberapa pengendara nggak tau aturan seenaknya melanggar lampu lalu lintas dengan alasan kagok ato tanggung.
kebalik, lampu ijo juga jangan langsung jalan dulu … sering banyak yang masih nyelonong dari arah samping
halah, lampu kuning aja masih banyak yang nyelonong kok…….lagian kalo dah lampu ijo ya liat2 dulu atuh, jangan langsung jalan juga.
BTW kebalik? apanya yang kebalik?
mungkin ini orang stress om, tingkat stress di singapore cukup tinggi ..
nitip om..
http://boerhunt.wordpress.com/2012/05/29/saya-bingung-dengan-langkah-pemerintah-tentang-molismobrid-mobil-listrikhybrid/
Ngeri…
turut berdukaaa bagi keluarga korban, semogaa di terima di sisi yang maha kuasaaa.. yang sabarr yaaa keluarga korban penabrakan
yaampuunn miris banget ngeliatnya